New York City, Manhattan, 25 Desember 2018 Suasana kota New York City hari itu sangat ramai karena hari Natal tengah berlangsung. Semarak Natal menularkan kebahagiaan yang tiada tara bagi siapa pun yang tengah merayakannya. Termasuk Theo yang saat itu merasa gembira. Pertama karena dia sudah bebas dari latihan neraka yang sangat menyiksa, kedua karena saat ini ia bisa menikmati jalan-jalan sendirian di kota yang tidak pernah tidur tersebut. Ketiga, karena dia akan bertemu dengan hewan-hewan peliharaannya. Theo memutuskan untuk menemui mereka karena dia sangat rindu. Theo juga akan membawakan makanan kesukaan mereka sebagai obat penawar rindu. Di tengah kemeriahan Natal, Theo menerima telepon dari sahabat lamanya. Güliz. Theo penuh keraguan untuk mengangkat panggilan tersebut karena dia t

