Setelah membuat kegemparan di kantor milik tunangannya. Zara masih santai berjalan dengan Xenan yang berada di sampingnya. Hal itu tak luput dari tatapan para karyawan yang terus berspekulasi akan siapa yang berjalan bersama bosnya itu. Ruangan terbuka membuat Zara pun berlari dan langsung duduk di sofa yang telah di sediakan. Xenan mendekat kemudian mengecup kening Zara dengan lembut. "Capek, hm?" "Iya, aku baru selesai penelitian hari ini." "Oh iya?" "Hm... tapi aku yakin itu akan berguna." "Good, gadisku memang jenius." Elusan yang Xenan berikan membuat Zara terasa nyaman. Akhirnya ia pun menyandarkan kepalanya pada bahu Xenan membuat sang empunya tersenyum manis menatap tunangan cantik yang jelas akan menjadi istrinya suatu hari nanti. Membayangkan hal itu, hati Xenan semakin b

