Bisik-bisik mulai terdengar di segala penjuru arah. Bagaimana tidak? suasana lapangan basket yang sedari tadi penuh kini semakin meningkat kala seseorang itu datang. Wajah cantik dengan senyuman yang memikat membuat banyak orang semakin menyukainya. Beda dengan Aura yang nampak tak suka akan kehadiran Zara. Melihat Arkan yang menyambut nya dengan senyuman serta kedua tangan yang ia rentangkan seolah menunggu Zara memeluknya. Dan— tentu saja, Zara menyambut pelukan itu dengan senang hati demi sandiwara adiknya ini. Hati Aura seperti tercabik kala melihat itu semua. "Kenapa kamu berbeda dengan yang lainnya Arkan?" Batin Aura yang telah mengubah tatapannya menjadi sendu. Ada beberapa orang yang bahkan melihat perilaku ketiganya. Apa yang ada di benak mereka saat ini adalah mengasihani A

