Arkan melajukan motornya ke sebuah mall. Tanpa pikir panjang, ia pun menarik lengan Aura untuk mengajak pergi bersamanya. "Kita kemana?" "Ikut aja." Aura mengikuti Arkan dari arah belakang. Saat Arkan menghentikan langkahnya, ia pun akan melakukan hal yang sama. Jelas saja Arkan menatap ke arah belakang tepat dimana Aura berada. "Lo mau jadi pengawal gue?" Tanya Arkan dengan nada dingin seperti biasa. "Eh? terus?" "Sini." Arkan pun menarik lengan Aura hingga berada tepat di sebelahnya. "Nah, gini kan enak. Yuk." Gadis manis itu pun hanya bisa memendam rasa bahagia yang sedari tadi tak kunjung padam. Astaga— kenapa Arkan bisa seromantis ini. Wajahnya yang merona malu bahkan tak bisa di tutupi membuat Arkan sangat jelas melihatnya. "Lo blushing?" "Ha? He– he, engga?" Arkan menged

