Zara masih menerka siapa lelaki yang dengan berani memeluk nya di depan umum seperti ini. Namun, saat suara lelaki itu terdengar, Zara pun mematung tak percaya. "Xenan?" "Hallo Zara, ini aku, maaf aku lancang memeluk kamu dan aku akui jika aku merindukanmu. Kamu baik-baik aja kan?" Dekap nya yang semakin erat. "Hmm... Aku baik-baik aja. Kenapa kamu ada disini?" "Jemput kamu." "Tapi aku bawa motor." Sanggah Zara membuat Xenan melepas pelukannya dan membuat Zara bisa berbalik menatap ke arah Xenan. "Tinggalin aja di sini, ya? biar nanti anak buahku yang urus motor kamu." "No! Itu motor kesayangan aku." "Please... aku ingin bawa kamu ke suatu tempat." "Aku akan ikutin kamu dari belakang. Gimana?" "Tapi—" "Iya, atau tidak sama sekali." Ancam Zara yang akhirnya membuat Xenan mende

