Setelah selesai melakukan transaksi di kasir, Pak Edwar dan Pak Andi segera meninggalkan Kafe Mawar. Pak Andi tanpa bersuara dan hanya memainkan ponselnya saja, sementara itu Pak Edwar makin penasaran dibuatnya oleh gadis cantik itu. ketika menuju parkiran dan mencari mobil sedan putih yang terparkir rapi, Pak Edwar mulai menstrater mobil nya itu dan keluar dari area parkir Kafe Mawar yang membawa sejuta rasa penasaran yang membuat jiwa muda Pak Edwar bergejolak.hening yang begitu terjadi dalam mobil itu, semua tampak asyik dengan isi pikiran nya masing-masing. Pak Andi masih belum mau membuka suara karena sesungguhnya pria itu sangat mengutuk apa yang dilakukan oleh rekan nya itu. namun, Pak Andi enggan memberikan nasihat nya karena sudah tahu betul bagaimana tabiat dari Pak Edwar itu.
lampu lalu lintas menunjukan warna merah, yang mengharuskan kendaraan berhenti sejenak. sampai menunggu berganti warna menjadi hijau. ketika lampu sudah berganti warna, tanpa menunggu lama lagi Pak Edwar kembali memacu kendaraan nya itu supaya sampai tujuan. tujuan yang pertama adalah rumah Pak Andi, karena Pak Andi tidak membawa kendaraan dan memang rumah nya satu arah dengan nya.
setelah melewati beberapa belokan akhirnya sampai juga di residence cempaka , perumahan mewah tempat Pak Andi tinggal. Pak Edwar hanya mengantar sampai gerbang saja dan kemudian pamit untuk menuju kerumah nya
*****
setelah lelah seharian bekerja, Bulan kemudian menuju kamar nya, tempat ternyaman yang ada dirumah nya itu. dalam rumah sederhana itu, Bulan tinggal bersama Ibu dan satu kakak perempuan nya yang juga bekerja diluar kota dan hanya pulang kerumah sebulan sekali. ayah nya telah meninggal saat Bulan masih duduk di kelas dua SMP. rumah sederhana dengan d******i warna krem itu begitu sunyi , hanya ada dia dan Ibunya yang tinggal didalam nya. Bulan dianugerahi paras yang begitu cantik karena keturunan dari sang ibu yang juga cantik jelita.sudah ada beberapa pria yang melamar Bulan , namun ditolak olehnya karena saat ini Bulan belum memikirkan untuk menikah. yang menjadi fokus nya saat ini adalah membahagiakan ibunya.
mempunyai wajah cantik terkadang memiliki luka tersendiri bagi nya. pasalnya, ada saja orang yang sirik dengan anugerah yang diberikan Tuhan oleh nya. karena tak mau ambil pusing, Bulan tidak menanggapi nya jika tidak terlalu mengganggu nya. pernah beberapa kali gadis itu di fitnah menjadi wanita bayaran dan sampai ke telinga nya , sehingga membuat dara cantik itu murka dan tak segan-segan memberikan pelajaran pada orang tersebut.
jam di dinding menunjukan pukul tujuh malam, waktu yang biasanya digunakan oleh nya untuk bercengkerama dengan Ibunya sambil menonton televisi.
dua gelas kopi hangat telah tersaji didepan nya, tak lupa dengan cemilan yang ada di toples untuk menemani kopi latte yang dibuat nya.
"diminum dulu Bu kopinya! mumpung hangat!" Bulan berucap sembari menyeruput kopi nya itu yang masih mengepulkan asap.
"Iya , nanti ibu minum kok, masih panas itu Lan!"
sahut sang ibu yang asyik dengan cemilan di tangan nya.
"Bu, nanti pas libur kerja, Bulan mau kemakam ayah ya! ibu mau ikut?"
"Boleh kalau gitu, ibu juga kangen sama almarhum ayah kamu Lan! kapan kamu libur kerja?"
"Minggu ini aku kebagian off hari Kamis Bu"
"Oke kalau gitu! nanti kita kemakam nya pagi aja ya Lan, biar Ibu juga bisa buat masak siang nya" pinta ibunda pada Bulan dan dijawab dengan anggukan kepala dan jari yang membentuk bulat.
__________
Udara malam yang begitu dingin menyentuh kulit membuat siapapun membutuhkan kehangatan. tak terkecuali Pak Edwar yang memiliki istri blasteran Jerman itu. Bu Jennifer atau yang biasa dipanggil Jenni itu memiliki wajah yang setengah bule. rambut yang coklat asli tanpa diwarnai, postur tubuh yang tinggi dan ramping serta kulit yang putih dan mulus bak porselen itu, menjadikan nya bagai bidadari bagi yang melihat nya.
memiliki istri yang sudah sangat sempurna itu lantas tidak membuat Pak Edwar bersyukur. lelaki itu masih saja suka main dibelakang Bu Jenni. memang dasar lelaki, begitu pandai menyembunyikan semua nya dibelakang Bu Jenni .
Pak Edwar begitu menikmati hisapan tembakau yang berada di jari nya itu dan dengan segelas kopi hitam di depan nya. Bu Jenni yang sedang asyik membaca majalah fashion itu nampak sibuk .
drrrtt...drrrtt getar ponsel pak Edwar yang diletakan di depannya menghentikan lamunannya seketika.pria dengan tubuh tambun , namun memiliki wajah yang lumayan tampan itu memang selalu ada saja tingkah nya didepan wanita cantik.
saat dilihat nya pesan masuk , tertulis nama Vina. mahasiswa yang dikenal nya lewat sosmed itu meminta nya untuk mengirimkan uang karena sedang terdesak saat ini. Vina, merupakan korban pak Edwar yang kesekian tak terhitung jumlah nya. tanpa menunggu lama lagi, Pak Edwar segera mengirim nya uang dengan nominal yang dipinta dan tentu saja ada bayaran yang harus dilakukan oleh nya.
tanpa sadar karena asyik saling berkirim pesan dengan Vina. tiba-tiba saja muncul Bu Jenni dengan majalah yang dibawanya. dengan ekspresi keheranan , wanita cantik itu kemudian menegur suami nya itu.
"Papah kenapa si! kok kaya liat hantu gitu!"
"ee..ee.. ngga Mih! Papah tadi abis liat konten horor di YouTube jadinya kebawa deh!" elak Pak Edwar yang begitu handal.
karena dirasanya itu alasan yang masuk akal, Bu Jenni tidak memperpanjang itu dan kemudian duduk di sebelah suaminya itu.
"Pah, liat deh baju nya! menurut Papah cocok ngga sama Mamih?" tanya Bu Jenni sembari menunjuk ke majalah yang dibawanya itu. gaun dengan model Sabrina itu yang menonjol kan area bahu yang terbuka begitu seksi dan elegan apalagi dibalut dengan warna yang begitu soft.
"bagus dong Mih! apa aja yang Mamih pake itu selalu bagus dan cantik di mata Papah!" pak Edwar memberikan gombalan mautnya pada Bu Jenni dan selalu bersifat manis didepan nya.padahal dibalik itu semua pasti akan membuat nya muak.
seketika lamunan nya kembali kepada gadis cantik karyawan kafe Mawar yang siang tadi disinggahinya. bayang-bayang Bulan selalu saja menari nari di kepala nya. persis seperti saat in, Bulan yang bersinar terang di awan yang hitam itu.
karena rasa penasaran yang tinggi , esok hari pak Edwar akan kembali mengunjungi kafe mawar dan berharap bisa mendapatkan kontak dari gadis incaran nya itu. benar-benar kelakuan yang membuat geleng-geleng kepala.