Begitu mobil berhenti di halaman rumah, suasana malam tampak lebih dingin dari biasanya. Liodra turun perlahan, masih didampingi Alex yang memegang lengannya agar tidak kehilangan keseimbangan. Baru beberapa langkah memasuki rumah, suara berat Tomas memecah keheningan. “Liodra.” Langkah Liodra terhenti. Tomas berdiri di ruang tamu dengan ekspresi penuh amarah, seolah sudah menunggu lama. “Ke mana saja kau seharian ini?” Suaranya naik, tajam. “Kemarin kau tidak langsung pulang. Hari ini kau bahkan tidak ke kampus. Apa papa membiayaimu untuk berfoya-foya, hah!” Kalimat itu menusuk lebih dalam daripada yang Tomas sadari. Liodra yang masih bertumpu pada Alex langsung melepaskan tangannya, berdiri tegak sendiri meski wajahnya meringis kesakitan. Alex mengambil langkah mundur dan kembali b

