[Ray Dhanadyaksa] Gue keluar dari kamar mandi dengan perasaan kacau yang berusaha gue tutupi sebaik mungkin. Gue tidak pernah membayangkan bahwa gue bisa kehilangan semangat seperti ini, dan itu karena Meysha. Gue melihat David, Meysha, Kendra dan Adara sedang duduk di ruang tamu. Mereka terlihat sangat asik mengobrol. Terutama Meysha, wajahnya jauh lebih terlihat bersinar dari sebelumnya. Surat dari Gabriel pasti sudah menimbulkan sebuah anomali perasaan antara gue dan Meysha. Adara yang lebih dulu melihat gue dan berdiri. "Ray udah selesai, giliran gue bersih-bersih." Yang lain mengangguk, termasuk gue. Adara berjalan melintasi gue dan menepuk pundak gue, sedikit tersenyum. Jarang sekali dia bersikap seperti itu ke gue, tiba-tiba pula. Gue duduk, mengikuti obrolan Meysha, David dan

