26. Cinta Segitiga

1163 Kata

"Ya ada apa?" tanya Emran ke Galih. "Izin, pak! Saya mau bertemu dengan Gendhis," jawab Galih tegak berdiri. "Ada urusan apa?" tanya Emran dengan nada ketus. "Izin, pak! Saya sudah janjian dengan Gendhis, pak." "Mau ke mana?" Galih kan jadi heran, ini kayak mau ngapel anak gadis orang terus diintrogasi bapaknya dulu. Gendhis langsung gegas menaruh jus di meja Sri, menutup kotak bekal makannya. Setelah beres dengan buru-buru ingin bertemu Galih. "Maaf pak, saya mau pergi dulu sama pak Galih," ucap Gendhis yang seakan minta izin pada bapaknya. "Ya silahkan!" Emran ngomong dengan raut wajah tidak enak dilihat. "Tapi maaf, pak. Saya tidak bisa lewat karena dihalangi bapak," kata Gendhis. "Oh!" Emran pun mundur untuk memberikan jalan pada Gendhis. "Pantesan belum kawin juga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN