Wanita Menarik

1237 Kata
“Bu Sandra dipanggil Bos di ruangannya” kata Cris selaku sekertaris utama Bos. “Baik Pak Cris saya kesana sekarang” jawab Sandra bergegas bangkit menuju keruangan Pak Rangga. Sesampainya di depan pintu ruangan milik Rangga, Sandra segera mengetuk dan segera masuk setelah ada jawaban yang menyuruhnya masuk. Rangga yang sedang mengerjakan dokumen di depannya hanya melirik ke arah pintu masuk dimana Sandra berdiri. “Duduk. Tunggu sebentar” “Baik Pak” Sandra menunggu dengan diam. Kepalanya di tundukkan. Dirinya takut dianggap menggoda. “Sandra” “Iya Pak” “Angkat kepalamu dan lihat saya” Tanpa menjawab Sandra mengangkat kepalanya dan melihat Pak Rangga tersenyum kecil kepadanya. “Nah begitu......jadi lawan bicaramu akan merasa di hargai. Ok begini. Besok seluruh bagian Produksi akan mulai merencanakan pembuatan produk terbaru, tolong kamu hitungkan semua keperluan mereka dan mulai hunting bahan bahan yang berkualitas. Bilang sama mereka kita akan launching produk baru dan kita butuh support mereka” “Baik Pak. Akan saya hitungkan berapa dana yang di butuhkan oleh bagian Produksi dan secepatnya saya akan mulai hunting bahan bahan yang mereka butuhkan. Berkualitas juga seperti yang Bapak minta” “Terimakasih ya.....Oh ya setelah ini kamu ikut dengan kami untuk meninjau Bagian Produksi” “Lho kok saya ikut Pak?” “Lho kenapa?” “Kan bukan bagian saya Pak.....Lalu sebagai apa saya ikutan Bapak meninjau Bagian Produksi?” “Sebagai pegawai saya to....kok aneh pertanyaan kamu itu. Bukankah kamu disini adalah pegawaiku?” “Iya Pak tapi saya bukan di bagian Produksi. Devisi saya bukannya Perincian dan Perlengkapan Barang saja Pak” “Iya terus?” Rangga memandang Sandra tersenyum menikmati kebingungan Sandra yang menurutnya sangat lucu. Dilihatnya bertambah bingung, Rangga akhirnya tertawa kecil melihatnya. “Sandra....bukankah Devisimu itu bagian Perincian dan Perlengkapan? Jadi wajar bukan jika kamu melihat langsung kesiapan mereka? Dari sana kamu akan tahu apa saja kekurangan yang luput dari pantauan mereka dan bisa kamu rinciakan serta siapkan dengan baik. Sampai sini faham?” Sandra terdiam mendengarkan penjelasan Pak Rangga. Benar juga ya......kenapa juga aku nggak berfikir sampai sana ya hhhhhhh bodoh bodoh “Dilihat dari wajahmu....kamu sudah faham. Jadi bisa kita berangkat sekarang?” “Iya Pak....dan maafkan saya Pak” “Untuk apa?” “Karena saya belum bisa menjadi karyawan yang baik. Pengetahuan saya masih kurang luas juga jadi hampir saja Perusahaan merugi” “Hehehehe tidak ada yang berani mengatakan kalau pengetahuanmu tidak luas. Kamu hanya belum berpengalaman saja. Kalau kamu bisa menebak semua justru aku yang takut” “Kenapa bisa begitu Pak?” “Ya bisa bisa kamu jadi CEO menggantikan aku hahahahaha” “Hehehehe ya tidak mungkinlah Pak” “Mungkin saja. Tapi aku lebih senang kalau kamu jadi Nyonya CEO saja” kata Rangga sambil melangkah mendahului Sandra yang terdiam termangu. Bingung dengan apa yang Rangga maksudkan. Apa maksudnya? Orang nggak waras ..... orang sudah punya pacar kok masih pilih pilih lagi hadeeeehhh Sandra mengikuti Pak Rangga masuk kedalam Bagian Produksi dan mulai memperhatikan banyak hal yang mungkin bisa dia gunakan untuk mempermudah mereka yang bekerja dalam pembuatan produk baru. Semua yang melihat Sandra masuk dengan Pak Rangga tersenyum menyapa. Dari sini terlihat bahwasanya Sandra adalah seorang yang ramah dan di sukai banyak orang. Rangga juga melihat banyak karyawannya yang laki laki bersenda gurau dengan Sandra tanpa rasa sungkan namun tetap sopan dan sesuai jalur norma semestinya. Di sisi lain Rangga sangat bangga dengan Sandra tapi di sisi lainnya timbul satu perasaan yang tidak rela melihat Sandra bersenda gurau dengan karyawannya yang laki laki. Kenapa juga aku ini....Mereka hanya bergurau tapi aku yang sebal melihatnya hhhhhhh pusing Rangga mendekati Sandra dan menariknya keluar dari ruangan tersebut dengan perasaan jengkel luar biasa. “Aduh Pak....sakit” Seruan Sandra menarik perhatian dari Rangga. Di lepaskannya tangan Sandra dengan segera. “Maafkan saya” “Tidak apa apa Pak. Tapi kenapa tadi saya di tarik seperti itu Pak?” “Entahlah.....Melihatmu seperti tadi membuatku ingin segera menarikmu keluar dari dalam sana. Sekali lagi maafkan aku, Ok?” “Ok, no problem. Tapi saya tetap tidak faham alasan saya di tarik dari dalam sana itu apa” “Bu Sandra” teriak seorang karyawan panik. Keduanya menoleh dan melihat seorang OB berlari kencang kearah Sandra. “Ada apa? Katakan” tanya Rangga. “Sebentar sebentar....tarik nafas dulu Pak Aji” “Maaf Pak Rangga dan Bu Sandra. Ada seseorang yang mengamuk di lobi mencari Bu Sandra” “Siapa?” tanya Sandra keheranan. “Seorang laki laki Bu” “Laki laki? Mencari saya?” “Iya bu” “Siapa San?” tanya Rangga heran. Selama Sandra bekerja di Perusahaannya tidak pernah sekalipun Sandra bermasalah dengan pegawai laki laki di sana. “Saya juga tidak tahu Pak” “Ayo saya temani kamu melihat siapa yang membuat kerusuhan di Perusahaanku” Keduanya pergi meninggalkan Aji yang masih mencoba menata nafasnya yang masih saja ngos ngossan. Maklumlah dengan umur yang sudah mendekati 48 tahun, di tambah dia kurang berolahraga, membuatnya sangat mudah kelelahan. Sementara itu di lobi Perusahaan, keduanya melihat seorang laki laki berteriak seperti orang gila. Mengancam semua karyawan yang ada di sana. Sandra yang mulanya tidak mengenali siapa laki laki itu akhirnya mengenalinya. Dean. Mantan suaminya. Mau apa dia kesini? Orang Gila. “Mas Dean STOP” teriak Sandra dengan lantang. Teriakannya membuat semua yang ada disana terdiam. Selama mereka mengenal Sandra belum pernah di lihatnya Sandra dalam keadaan seperti saat ini. Mata tajam menusuk dan raut wajah tidak bersahabat. “Akhirnya si jalang ini muncul juga.....Aaahhh ternyata si jalang sudah menemukan laki laki kaya yang lain. Sudah berapa kali kau meniduri si jalang itu? Bagaimana rasanya?” “Siapa yang kamu sebut jalang huh?” “Wanita di sampingmu itu, si jalang pengeruk harta sialan” “Jaga mulutmu. Siapa kamu?” “Hahahahaha si jalang sekarang benar benar hebat hahahahahaha” “PLAK” suara keras tamparan membuat semua orang menoleh dan melihat Sandra yang berdiri diam dengan tangan terkepal. “Sudah ngocehnya? Apa masih kurang?” “Wanita sok suci cih” “Masih kurang?” “Harusnya aku yang bertanya seperti itu. Masih kurang kamu menghancurkan hidupku selama tiga tahun ini huh!!! Kenapa kamu datang lagi dan mengambil satu satunya hartaku yang tersisa?” “Memangnya kamu masih punya harta mas? Dan siapa juga yang mengambil hartamu? Tanpa hartamu atau harta keluargamu aku sudah hidup enak dan berkecukupan. Kenapa tidak kamu tanyakan wanita tercintamu itu? “ “Istriku tidak mungkin melakukan itu padaku. Dia sangat mencintaiku” “Hehehehe benarkah? Sejak kapan?” “Tentu saja sialan. Kamu. Kamu. Kamu yang menghabiskan semua hartaku” “Bagaimana caranya? Sedangkan aku tidak pernah tahu jumlah uangmu di Bank ataupun berapa banya tabungan yang kamu miliki atau berapa banyak aset yang kamu miliki. Bahkan aku tidak pernah melihat buku tabunganmu sama sekali. Lalu bagaimana aku mengambil semua hartamu? Kamu belum berubah menjadi bodoh kan mas? Atau mungkin aku harus membawa kamu ke Rumah Sakit Jiwa? Mungkin kepalamu terbentur batu saat berjalan tadi” “DIAM. Kamu mengambil semuanya saat kita bercerai. Setiap bulan kamu meminta kiriman dengan cara mengancam istriku. Seratus juta per bulan itu bukan jumlah yang sedikit” “Aaaahhh begitu.....Aku faham sekarang. Mari kita selesaikan di kantorku” Rangga yang melihat itu semua hanya tersenyum manis. Entah kenapa hatinya sangat senang melihat tingkah Sandra yang menurutnya manis sekali. Hmmmmm lihat aahhh .....bakalan ada pertunjukan seru nih hehehehe.        
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN