Zeema 31

1315 Kata

Keesokan harinya, seperti biasa. Aku menatap pria ini di pelukan ku tengah tertidur seperti seorang bayi, lengannya begitu tahan memelukku sepanjang malam. Mengingat betapa bersemangatnya Disaka malam itu, aku tersenyum. Menyadari sesuatu, aku menarik lengan Disaka yang tengah memelukku. Punggung lengan besar itu sedikit memerah, aku mengelusnya. "Apa yang membuat nya begitu berambisi hingga melepas paksa selang infus nya?" Aku mendekap lengan besar itu di bawah wajah ku, seraya mengelus pelan wajah Disaka. Perlahan lenganku terulur membuka sedikit selimut yang menutupi tubuhnya, ku lihat ada banyak bercak merah di sana. Merasa khawatir, aku mengulum bibirku sendiri. Apa yang akan di katakan nya saat seseorang melihat bercak itu? Sedangkan kamar Disaka di kunci semalaman. "Aku pasti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN