Zeema 36

1173 Kata

Disaka terduduk, menahan isaknya. Wajah pria itu bahkan memerah melihat gadis yang ia cintai kini bersama pria lain. "Apa ini zeema?" Gumamnya. Disaka menatap langit yang semakin gelap, pertanda akan hujan. Pria itu bergulat dengan pikirannya hingga air mata turun melewati pelipisnya. Kilatan petir di awan menemani kepiluan yang menghampiri, perlahan ia bangkit dari duduknya. Saat Disaka berbalik, ada wan yang baru saja datang. Wan terdiam melihat mata Disaka yang sembab, wan bertanya-tanya pada hatinya. Tuannya itu baru saja menangis? "Anda baik-baik saja tuan?" Tanya wan. Disaka tak menyahut, pria itu berjalan melewati wan yang berdiri kebingungan. Segera berjalan menuju kamarnya, dengan melewati lift. Di lift, Disaka berdiri memunggungi wan. Ingin rasanya wan bertanya, namun r

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN