Satu Minggu berlalu begitu cepat, tak ada kabar tentang penyelam. Disaka menyibukkan dirinya, dengan berbagai pekerjaan yang selalu di kesampingkan nya saat bersama dengan Zeema. Telepon kantor berdering, mengalihkan perhatian Disaka. "Ya?" Ucapnya. “Tuan, ada kabar tentang wanita yang anda cari hari itu.” "Bagus, pertemukan aku dengan wanita itu." “Baik tuan.” Telepon terputus, segera Disaka mempercepat pekerjaannya. Terkadang pemikirannya tentang Zeema selalu tiba-tiba muncul, pemikiran yang menganggu kinerja Disaka. Hal itu juga yang memicu wan terkadang merasa kesal pada tuannya, bagaimana tidak? Disaka akan menghentikan pekerjaannya secara tiba-tiba. 30 menit berlalu. Tok... Tok... Tok... "Masuk!" Pinta Disaka. Ada wan dan seorang wanita paruh baya yang sudah Disaka ke

