Sesuai rencana, Disaka lebih dulu sampai di vila. Berniatan menelpon seseorang. “Halloo Disaka?” Suara seorang gadis dari sebrang sana. "Ingin bertemu? Sepertinya kita harus meluruskan percakapan kemarin." Suara sempat terhenti dari sebrang sana. “Tentu, apa yang ingin di luruskan? Atau kau ingin minta maaf? Dengan senang hati tuan Disaka.” Disaka bersmirik. "Aku harap kau datang dengan perasaan yang bahagia nona vely." "Akan ku usahakan, di mana kita akan bertemu?” "Akan ku kirimkan lokasinya." “Baiklah....” Disaka menutup telponnya, mengirimkan lokasi pada vely. Di tempat lain, vely tersenyum. "Vila? Kau bersungguh-sungguh ingin meminta maaf Disaka? Tapi ku pikir ini benar-benar sudah terlambat." Gumamnya. Sementara Disaka, pria itu terduduk manis di atas sofa. Memainkan pon

