"Kau benar-benar sembuh karna gadis yang bernama Zeema itu Disaka?" Pertanyaan itu terlontar begitu saja. Jim melihat reaksi Disaka, seolah engga untuk menjawabnya pria itu membuang wajah. "Reaksi apa itu?" Tanya jim. "Aku tidak ingin membahasnya." Sahut Disaka. Jim beralih menatap wan yang masih mematung di sisi sofa, keduanya bertatapan. Wan mengangguk, seolah mengiyakan pertanyaan jim dari tatapan keduanya. "Tapi kau tidak pernah bermimpi tentang gadis itu lagi bukan?" Disaka berdehem lalu mengangguk. "Syukurlah, setidaknya kehadiran Zeema bermanfaat." Beberapa menit kemudian jim selesai mengobati Disaka. "Sudah. Jangan terlalu banyak bergerak ya, jahitannya masih basah." "Baik." Melihat suasana hati Disaka yang sepertinya buruk, jim memutuskan untuk berpamitan saja. Meningg

