Disaka dan ayahnya berada di ruangan kerja, keduanya duduk bersebrangan. Mereka memang tidak terlalu dekat, jadi rasa canggung tak bisa di tepis. "Apa yang ingin kau tanyakan Disaka?" Tak ada basa-basi yang di lontarkan, pria itu tahu jika putranya tak suka berbasa-basi. "Ayah tahu banyak tentang keluarga Benzar?" Pertanyaan tiba-tiba membuat pupil mata sang ayah membesar. Ia menegakkan tubuhnya. "Ada banyak hal tentang keluarga Benzar yang tidak semua bisa ku beri tahu Disaka, kau ingin tahu yang mana?" Disaka menggigit bibir, menatap sedikit ragu pada ayahnya. "Aku tak yakin dengan pertanyaan ku, tapi aku akan menyebutkan satu nama." Alis kedua pria paruh baya itu berkerut. "Baiklah...." "Ayah tahu gadis bernama Zeema? Camlo Zeema?" Ada mimik wajah terkejut yang langsung di data

