“Maaf Disaka.....” Suara dari arah belakang sontak membuat Disaka berbalik, menatap seorang gadis dengan wajah penuh penyesalan. “Jika ingatanku tentang masa lalu tidak hilang, aku tak akan datang padamu.” Tambahnya, seraya mendekat. Disaka masih terdiam mematung, menatap wajah gadis itu dengan mata yang berbinar. Ada banyak harapan untuk hubungan terlarang ini. “Sungguh tak ada kesempatan lagi?" Tanya Disaka. Lengan besarannya itu terulur menggenggam kedua lengan gadis di hadapannya, gadis itu menggeleng. “Sudah terlalu lama Disaka, aku harus kembali.” Sahutan nya mematahkan harapan, Disaka tersenyum tipis. Ia mengangguk. “Aku sudah tahu segalanya, berbahagialah zeema.” Ucapnya. “Maaf...” Lirihnya. “Tak ada yang salah Zeema, hanya keadaan yang tak pas.” “Aku yang salah Disak

