Sesuai permintaan ibunya, Disaka pergi mengunjungi tuan vang bersama. Di mobil wan sering memperhatikan keduanya dari pantulan kaca, tentu saja wan kebingungan. 10 tahun lebih Disaka tak pernah mau datang ke rumah ini, namun sekarang mereka satu mobil dan duduk bersampingan? Menyadari tatapan wan, Disaka menaikkan halisnya kala tatapan keduanya bertemu. "Ekhem!" Wan berdehem. Selama perjalanan, senyuman di bibir manis ibu tak pernah luntur. Disaka yang memperhatikan pun sesekali ikut tersenyum. "Disaka lihat!" Ibu menggenggam lengan Disaka seraya menunjuk ke arah tokoh yang hampir terlewat. "Toko kain?" Tanya Disaka. "Ayo berkunjung ke sana sepulang nanti, ibu mau beli sesuatu." Disaka mengangguk. "Tuan, bukannya nanti ada rapat?" Tanya wan. Ibu dan Disaka saling bertatapan. "Ak

