“Karena si penjual daging di ujung melarangku memasukkan tukang daging baru. Takut jualannya tidak laris.” “Huh? Mengejutkan. Apa dia membeli pasar ini? apa dia menggajimu?” tanya Kanebo. “Ti-tidak, Tuan.” “Atau kau dapat komisi darinya?” lanjut Kanebo. “Tidak juga, Tuan.” “Lantas, mengapa kau takut?” “Karena dia mengancamku dengan parangnya.” (senjata tajam) Kanebo menggeleng kepala. “Kau sepertinya harus diganti dan tidak cocok lagi menjabat sebagai kepala pasar.” “Mmh, jangan Tuan! Saya minta maaf, saya akan memberinya sanksi tegas!” “Terlambat.” Kanebo pun melanjutkan langkahnya dan meminta pria itu ikut sebagai saksi. Liangyi dan Li Wei berhenti di dekat penjual tomat. Berpura-pura beli beberapa bahan makanan sambil mendengarkan percakapan panas mereka. “Li Wei, maaf kalau

