TERJERAT CINTA WANITA PANGGILAN 37 A Oleh: Kenong Auliya Zhafira Hati terkadang menjadi lebih peka apabila berurusan dengan firasat. Apalagi jika menyangkut tentang seseorang yang memiliki tempat istimewa dalam hidup. Semua itu pasti mengikat erat logika dan akal untuk terus menyatu dengan perasaan. Meski kepala diserbu berbagai pikiran yang selama ini dikhawatirkan, sebisa mungkin menghadapi dengan senyuman. Hal ini memang sudah diprediksikan sejak awal, jadi siap atau tidak siap harus tetap dilalui. Setidaknya kehancuran hatinya sudah tertata rapi meski pada akhirnya akan menahan segala beban hati sendirian dalam keheningan. Mayasha masih berusaha memungut hatinya yang mulai terbelah. Pesan dari ibunya Lian seakan kembali mengingatkan luka sebelum berani menerima hati yang pernah di

