TERJERAT CINTA WANITA PANGGILAN 37 B Oleh: Kenong Auliya Zhafira "Tante duluan saja. Saya jalan, deket ini," jawab Mayasha sembari merentangkan satu tangannya untuk mempersilakan ibunya Lian melajukan roda duanya. Mayasha menatap punggung itu sesaat, lalu melangkah menuju rumahnya sendiri. Sedangkan ibunya Lian menatap keadaan sekitar rumah yang mungkin menjadi tempat kedua anaknya melepas lelah. Ada kenyamanan dalam hatinya meresapi kesejukan rumah wanita yang memiliki profesi sebagai wanita panggilan. "Rumahnya boleh juga. Meski perumahan nomor dua, tapi cukup menyenangkan," pujinya dalam hati. Mayasha langsung membuka pintu, lalu tersenyum dan berucap, "Ayo, Tante, silakan masuk ... maaf, kalau rumahnya tidak sebagus punya Tante." Ibunya Lian melangkah masuk sambil memperhatika

