20

824 Kata
Desiran ombak pantai, matahari yang mulai tenggelam, serta burung di langit menjadi saksi janji suci Nesya dan Rey hari ini. Mereka berlari menuju pantai, sembari berpegangan tangan.  Nesya yang cantik dengan riasan wajahnya, serta dress putih selutut yang ia kenakan sangat pas di tubuh mungilnya. Rey yang tampan, dengan setelan tuxedonya yang berwarna senada dengan gaun yang Nesya kenakan. Mereka berdua nampak serasi hari itu. Hari ini adalah hari pernikahan mereka, lebih tepatnya resepsi. Karena mereka sudah melakukan ijab qobul kemarin. Di tengah-tengah pantai, Rey dan Nesya berdiri berdapan. Saling menatap lekat, tersenyum bahagia, saling menggenggam erat tanpa ingin melepaskan semuanya. Dan, tepat saat matahari tenggelam, mereka sama-sama mengucapkan kalimat yang menjadi kunci cinta mereka. "I love you."  ***** Nesya sedang asyik menonton serial kartun kesayangannya, sofia thefirst. Cewek itu sangat menyukai semua kartun Disney, sembari menikmati cemilannya di toples besar. "Udah mau jadi ibu, kok tontonannya masih kartun?" Nesya langsung menoleh ke belakang, ia bersorak senang ketika melihat suaminya di depan pintu.  Rey, lelaki itu masih tampan seperti biasanya. Kemeja putih dan celana hitam yang ia kenakan, semakin membuatnya betambah tampan. Nesya langsung berlari untuk menghampiri Rey, tidak peduli dengan perutnya yang besar.  "Sayang!" pekik Nesya girang, sembari memeluk Rey erat. Namun, terhalang oleh perutnya yang buncit. Bukannya membalas pelukan rindu istrinya, Rey malah menjitak keras jidat Nesya. "Aduh! Sakit!" pekiknya seraya mengusap-usap jidatnya. "Kamu gimana, sih? Nggak inget kalau lagi hamil? Ngapain lari-lari gitu, ngapain? Kalau jatuh, gimana? Kamu itu dokter, tapi ceroboh banget. Kurang-kurangin peciciliannya!" tegur Rey. Nadanya meninggi, seperti memarahi anak kecil. Padahal yang sedang ia tegur saat ini adalah istrinya, orang yang sedang mengandung calon anaknya. Nesya mengerucutkan bibirnya ke depan. "Nggak usah marah-marah, kenapa sih? Kamu tuh nggak tau, aku itu kangen! Kamu itu lama nggak pulang, lama nggak hubungi  aku! Aku cuman seneng karna udah lama nggak ketemu kamu, tapi kamu malah marah-marah!"  Rey menatap Nesya yang sedang membuang muka ke arah lain. Ia meraih pundak cewek itu, dan membalik untuk menatapnya. "Maafin aku, okey? Aku cuman khawatir, aku takut kalau kamu jatuh. Jangan pernah lari-lari kayak gitu lagi, ya?" Nasihat Rey, lelaki itu memeluk istrinya erat. Membuat Nesya luluh dan tidak bisa melanjutkan aksi merajuknya. **** Rey panik bukan kepalang, di dalam sana, istrinya sedang berjuang hidup dan mati. Para sahabatnya sedari tadi semakin membuatnya panik, bukannya menenangkan. "Sayang, gimana kondisi Nesya?" tanya Zahra sesaat setelah ia sampai. Rey menggelengkan kepalanya, pertanda tidak tahu. "Sudah setengah jam, ma. Belum ada kabar apa-apa dari dalam." Zahra juga ikut-ikutan panik. Bertepatan dengan mereka semua yang memanjatkan doa, tangisan bayi yang bersahutan menjadi jawaban. Mereka semua menghela nafas lega. Lima belas menit kemudian, seorang dokter wanita keluar dari ruangan itu. Rey langsung menghampiri dokter itu. "Bagaimana keadaan istri saya, dok?"  Dokter itu mengangguk dan tersenyum. "Selamat pak, anda sudah menjadi ayah dari dua orang putri yang cantik."  "Dua?" ucap Rey tidak percaya. "Iya, pak. Mereka kembar." jelas dokter itu. "Anda boleh masuk." Tanpa aba-aba, Rey langsung masuk ke dalam. Ia melihat Nesya yang sedang tertidur, dan di sisinya ada dua bayi kecil yang cantik. Rey mendatangi Nesya, dan mengusap puncak kepalanya penuh sayang. Ia mencium kening istrinya itu, membuat Nesya terbangun. "Rey.." penggilnya dengan suara kecil yang serak. "Iya sayang, itu anak kita." ujar Rey seraya tersenyum dan menunjuk dua bayi perempuan di samping Nesya. "Mereka kembar," ucap Nesya. Tidak terasa airmata bahagianya mengalir. "Aku punya nama untuk mereka."  "Siapa?" tanya Nesya. "Vanessha Qeysha Wirawan dan Vanilla Quenella Wirawan." ucap Rey. Nesya tersenyum seraya menatap dua putrinya yang masih merah itu. " Jadi, panggilan mereka Vanesha dan Vanilla?" ucap Nesya seraya terkekeh. "Iya. Nggak kaya kamu sama Tiara, nggak ada mirip-miripnya." ejek Rey. "Iya, ya." Nesya dan Rey menggendong masing-masing satu anak mereka. "Sayang," panggil Rey dan disahut deheman oleh Nesya. "Makasih untuk semuanya, makasih untuk kamu mau kembali. Makasih untuk Vanesha dan Vanilla. Makasih untuk semua kebahagiaan ini" ucap Rey penuh haru. Nesya mengangguk, ia tidak menyangka, cowok kasar yang selalu menilainya sebelah mata, kini menjadi pasangan hidupnya. -----TAMAT----- YEAY! DANGEREUX RESMI TAMAT! HUHUX AKHIRNYA PERJALAN NESYA DAN REY YANG PENUH LIKA LIKU BERAKHIR. SEKALI LAGI, AKU MAU BERTERIMA KASOH UNTUK KALIAN YANG SUDAH SUPPORT DAN SELALU MENUNGGU SAMPAI SEKARANG. TERIMA KASIH! MARI KITA BERTEMU DI CERITAKU YANG BARU. JUDUL : Troublemaker Boy GENRE: Teenfiction. SINOPSIS: Prince of troublemaker, Farrel Manggala Wdyatmaja. Semua masalah, pasti ada sangkut pautnya dengan Farrel. Walaupun cowok itu jarang bicara, dan terkesan pendiam, Farrel adalah prince of troublemaker yang sesungguhnya. Selalu saja Farrel di pertemukan dengan Aretha Maharani, Princess of rules. Retha, si gadis cerdas yang selalu taat peraturan.  Karena suatu masalah, mereka berdua dituntut harus selalu bertemu. Sampai pada akhirnya, rahasia besar yang selalu Farrel simpan rapat-rapat ternyata berhubungan dengan masalah besar yang selalu tidak bisa Retha terima. ©copy by Rara Cantika 2017 BISA LANGSUNG DI CEK DINWORK AKU, YA! ALUR BARU, DRAMA BARU, CAST BARU, KONFLIK BARU, DI JAMIN SERU! AYO BACA DAN VOTE! Oke, aku rasa cukup. :) Sampai jumpa.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN