Episode 7

343 Kata
"Kau begitu sulit di hubungi!" Keluh Yolanda begitu dia berhasil menemui Adrian sore itu. entah bagaimana caranya dia berhasil menemukan Adrian dan muncul tiba-tiba di apartemen baru Adrian. "Berhentilah lari dariku seperti remaja labil. Bertatap mukalah denganku secara gentlemen!" Yolanda marah dan melupat tangannya. "kau kira aku... sejak kejadian d pesta itu kau menghilang seperti tersapu badai. Kau tak memperdulikan betapa kerasnya aku mencarimu," katanya benar-benar sedih. Adrian yang sedari tadi terdiam tiba-tiba mendekati Yolanda. Matanya melunak namum kilatan gairah muncul dari sudut matanya. "Kau tahu Yolan. Kalau kau bersikap serius seperti itu, kau terlihat sangat cantik." "Ad, kita harus membicarakan apa yang terjadi dengan kita..." "Bisakah kita membicarakannya setelah aku menumpahkan kerinduanku padamu? Belakangan ini aku terlalu menekan perasaanku dan mengabaikanmu. Aku bersikap tidak jantan dan bodoh. Akan kuperbaiki segera. Bisakah aku menebusnya dengan membuatmu panas dingin?" "Ad aku..." belum selesai Yolanda berbicara Adrian telah menarik pinggang gadis itu dan kemudian mencium bibir gadis yang belakangan ini tidak berani dia temui. Adrian menghisap lembut bibir bawah Yolanda, membuat gadis itu berhenti meronta dan memejamkan mata kemudian mempererat pelukan ke leher kekasih yang sangat dia rindukan itu. Adrian terus melumat bibir atas dan bawah Yolanda dengan begitu menuntut dan membuat gadis itu mengerang ketika dia mulai memasukkan lidahnya menjelajahi garis-garis bibir gadis itu yang memberikan sensasi tersengat listrik di sekujur tubuhnya. Mereka berpangutan cukup lama. Lidah mereka saling menghisap dan merasakan cinta satu sama lain seperti tubuh mereka yang semakin terhisap oleh gairah yang mereka nyalakan. Alhasil, tubuh mereka menuntut lebih. "Berjanjilah untuk menjelaskan semuanya padaku setelah ini!" gumam Yolanda disaat nafasnya yang terengah-engah melepas ciuman mereka. Adrian mengangguk pelan dan menyeret Yolanda ke ranjangnya. "Apakah kau mencintaiku Landa?" Kata Adrian sambil memegang kedua sisi wajah Yolanda dengan kedua tangannya. "Apakah kau meragukanku?" mereka saling bertatapan dan saling mencari keyakinan masing-masing. "tidak, aku tidak meragukanmu tapi aku meragukan diriku sendiri..." "Apakah itu artinya kau meragukan cintamu padaku?" Adrian mengeleng cepat, "bukan itu. Kau tahukan situasi yang sedang kita hadapi sekrangini, Kita sedang berada di ladang ranjau dan dunia kita sedang terjadi perang dingin, Mungkin tampak adem saja tapi pihak-pihak tertentu mungkin sudah mempersiapkan rencana-rencana matang untuk mempersulit hubungan kita."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN