Kejutan dari CEO

1169 Kata
Akhirnya, mereka menemukan sebuah butik yang menarik perhatian mereka. Laura kaget melihat koleksi pakaian yang dipajang. 'Pakaian wanita?' Batin Laura. Laura dan CEO Lee tiba di depan sebuah toko pakaian wanita yang mewah. Laura merasa sedikit bingung dan kaget, tidak mengharapkan bahwa mereka akan mengunjungi toko pakaian wanita. Namun, dalam pikirannya, Laura mencoba menghubungkan hal ini dengan kemungkinan CEO Lee ingin membelikan pakaian untuk seorang wanita yang ia sukai. Laura berkata dalam hati, 'Mungkin CEO Lee ingin membelikan pakaian untuk seseorang yang dia sukai. Aku hanya perlu menemaninya saja.' Mereka masuk ke toko dengan Laura mengikutinya dengan perasaan campur aduk. Mereka melihat-lihat koleksi pakaian yang tersedia, dan Laura mencoba menjaga sikap yang sopan dan mengikuti petunjuk CEO Lee. Namun, kebingungan Laura semakin dalam saat CEO Lee berbalik padanya dengan senyuman hangat. CEO Lee pun berkata, "Laura, sebenarnya aku membawa kamu ke sini untuk membelikan pakaian baru untukmu." Laura terkejut dan tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Ia berpikir bahwa CEO Lee hanya ingin membelikan pakaian untuk wanita lain, bukan untuk dirinya sendiri. Laura menganga terkejut, "Untukku? Tapi, Oppa, aku pikir kamu ingin membelikan pakaian untuk orang lain." CEO Lee tersenyum, senyuman yang menurut Laura sangat manis, "Tidak, Laura. Aku ingin membelikan pakaian baru untukmu. Besok kamu memulai jabatan baru sebagai kepala departemen pemasaran, dan kamu harus tampil luar biasa. Aku ingin kamu merasa percaya diri dan memancarkan kepemimpinan." Laura merasa terharu mendengar kata-kata CEO Lee. Laura pun tersenyum menanggapi ucapan CEO Lee, "Terima kasih, Oppa. Aku sangat menghargai perhatian dan dukunganmu. Aku percaya diri bahwa pilihanmu akan membuatku tampil luar biasa besok." "Aku yakin kamu akan terlihat menakjubkan, Laura. Ayo, mari kita mulai mencari pakaian yang sesuai dengan kepribadianmu," ajak CEO Lee Laura mencoba mempertimbangkan permintaan CEO Lee untuk membelikan pakaian baru, tetapi di dalam hatinya, ia merasa tidak nyaman dengan keinginan tersebut. Ia ingin membuktikan bahwa dia mampu meraih kesuksesan berdasarkan kualitas dan kemampuannya, bukan hanya berdasarkan penampilan. Laura berkata dengan ragu-ragu, "Oppa, sejujurnya, aku merasa agak tidak nyaman dengan permintaanmu ini. Aku ingin membuktikan kemampuanku dan mencapai kesuksesan berdasarkan kualitas kerjaku, bukan penampilan." CEO Lee memandang Laura dengan serius, "Laura, aku mengerti kekhawatiranmu. Tapi ingatlah bahwa penampilan juga berperan dalam dunia bisnis. Sebagai kepala departemen, kamu harus menginspirasi dan memimpin tim mu dengan sikap dan penampilan yang sesuai. Aku hanya ingin membantu kamu tampil lebih percaya diri." Laura berpikir sejenak. Meskipun ia merasa tidak nyaman, ia juga mengerti bahwa CEO Lee memiliki kebaikan hati dan tujuannya adalah untuk membantunya. Akhirnya, Laura setuju untuk mencoba beberapa pakaian yang dipilih oleh CEO Lee. Laura dan CEO Lee mulai mencari pakaian yang sesuai dengan selera dan gaya Laura. CEO Lee memberikan saran dan pendapatnya, tetapi juga memberi kebebasan kepada Laura untuk memilih apa yang membuatnya merasa nyaman dan percaya diri. Setelah berbagai percobaan dan diskusi, Laura menemukan beberapa pakaian yang benar-benar sesuai dengan kepribadian dan kebutuhan profesionalnya. Ia tak menyangka CEO Lee memberikan kenaikan jabatan hingga membelikan pakaian untuknya. Laura memasuki ruang pakaian dan mencoba satu per satu pakaian yang telah dipilih. Ia mencoba menghilangkan rasa tidak nyaman dan mencoba melihat sisi positif dari situasi ini. CEO Lee duduk di luar ruang pakaian, menunggu Laura selesai mencoba pakaian-pakaian tersebut. Ketika Laura keluar dari ruang pakaian, CEO Lee melihatnya dengan tatapan yang penuh evaluasi. CEO Lee menilai dengan cermat, "Pakaian yang pertama terlihat bagus, tetapi mungkin terlalu formal. Cobalah yang kedua." Laura mencoba pakaian kedua yang dipilih oleh CEO Lee. Ia berdiri di depan cermin, mencermati penampilannya dan mencoba menilai apakah pakaian tersebut sesuai dengan kepribadiannya. CEO Lee mengamati dengan seksama, "Pakaian yang kedua terlihat lebih cocok untukmu. Ia mencerminkan profesionalisme, tetapi juga memberikan sentuhan yang lebih pribadi. Bagaimana perasaanmu?" Laura memandang dirinya dalam cermin dan merasa pakaian yang kedua memang sesuai dengan kepribadiannya. Ia merasa sedikit lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan sebagai kepala departemen. Laura tersenyum, "Aku setuju denganmu, CEO Lee. Pakaian yang kedua memang cocok dengan gaya dan kepribadianku. Terima kasih atas bantuannya." CEO Lee tersenyum puas, "Aku senang kamu setuju. Ingatlah, Laura, penampilan adalah salah satu cara untuk menunjukkan komitmen kamu dalam dunia bisnis. Aku yakin kamu akan tampil luar biasa sebagai kepala departemen pemasaran." Laura mengucapkan terima kasih kepada CEO Lee atas bantuan dan pandangannya yang berharga. Meskipun awalnya ia merasa ragu, ia menyadari bahwa CEO Lee ingin yang terbaik. Setelah membayar pakaian yang jumlahnya lebih dari sepuluh, Laura dan CEO Lee keluar dari toko pakaian. Pakaian yang sudah dibayar tidak langsung dibawa karena jumlahnya terlalu banyak, CEO Lee meminta nanti pegawai toko mengantarkan ke mobilnya. Laura mengira bahwa CEO Lee akan mengajaknya pulang setelah mereka menyelesaikan pembelian pakaian. Namun, kejutan lain menanti Laura ketika CEO Lee berjalan menuju toko sepatu yang terletak di sebelahnya. Laura merasa heran, "Tunggu, CEO Lee, kita mau kemana lagi?" Tanya Laura. CEO Lee pun m3njawab sambil tersenyum, "Laura, kita masih belum selesai. Aku ingin memastikan bahwa penampilanmu benar-benar luar biasa. Sepatu juga penting dalam menciptakan kesan yang tepat. Ayo, mari kita lihat koleksi sepatu di sini." Laura merasa pusing dengan situasi ini. Ia tidak menyangka bahwa CEO Lee akan memberikan lebih banyak barang setelah pakaian yang baru saja mereka beli. Namun, ia mencoba mengikuti langkah CEO Lee dan tetap bersikap terbuka. Mereka masuk ke toko sepatu yang elegan, dan CEO Lee mulai mencari sepatu yang cocok untuk Laura. Ia memilih beberapa pasang sepatu yang sesuai dengan gaya pakaian yang baru saja dibeli. "Laura, coba pasangkan sepatu ini dengan pakaian yang baru kita beli tadi. Aku yakin kamu akan terlihat luar biasa," pinta CEO Lee. Laura memasangkan sepatu yang dipilih oleh CEO Lee dan melihat dirinya dalam cermin. Meskipun ia awalnya merasa pusing dengan kejutan ini, ia tidak bisa menyangkal bahwa sepatu tersebut benar-benar melengkapi penampilannya. Laura terkejut, "Oppa, ini... terlalu banyak. Aku tidak bisa menerima semua ini." CEO Lee berkata sambil menepuk pundak Laura, "Laura, aku ingin memberikan yang terbaik untukmu. Kamu pantas mendapatkan semua ini. Jangan pikirkan hal-hal material, ini adalah dukungan dan apresiasi untukmu." Laura merasa terharu dengan sikap CEO Lee yang begitu peduli dan murah hati. Meskipun ia merasa agak canggung dengan banyaknya barang yang dibelikan, ia menyadari bahwa CEO Lee ingin memastikan bahwa ia merasa percaya diri dan siap menghadapi peran barunya. Laura berkata dengan tulus, "Terima kasih, Oppa. Aku sangat menghargai semua yang telah kamu lakukan untukku. Aku akan memastikan untuk memanfaatkannya dengan baik dan bekerja keras dalam jabatanku yang baru." Laura merasa CEO Lee sangat baik padanya. Dan Laura pun tak diberikan ruang untuk menolak setiap pemberian darinya. Laura berusaha memahami dan mengikuti apa yang diinginkan CEO Lee, ia tak ingin membuat CEO Lee marah padanya. CEO Lee tersenyum bangga "Aku tahu kamu akan melakukannya dengan baik, Laura. Jangan pernah ragu untuk menerima dukungan dan bantuan dari orang-orang di sekitarmu. Kamu pantas mendapatkan semua yang terbaik." Setelah berbelanja dan menerima bantuan dari CEO Lee, Laura dan CEO Lee keluar dari pusat perbelanjaan. Hari telah berubah menjadi malam, dan mereka berdua melihat langit yang gelap di hadapan mereka. Di waktu bersamaan Laura melihat seseorang yang ia kenali tak jauh dari tempatnya berdiri.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN