Akal wanita itu setipis rambutnya, tebalkan dengan ilmu. Hati mereka serapuh kaca, kuatkan dengan iman. Perasaan mereka selembut sutera, hiaslah dengan akhlak. -Anonim- **** Senyum Adela tak berhenti mengembang sejak tadi pagi. Bagaimana tidak senang, Rayhan si pria menyebalkan itu kembali memberikan kejutan untuknya. Kemarin membelikannya gamis dan kerudung, sekarang membuatkan toko bunga sebagai usaha baru untuknya. Bunga-bunga yang akan dia jual diambil langsung dari kebun bunga milik mama Rayhan. Sepertinya, pria itu sudah merencanakan semua ini jauh-jauh hari. Usaha yang selama ini Adela impikan ada di depan matanya, dan Rayhan lah orang telah mewujudkannya. Rayhan tersenyum menatap Adela yang sedari tadi nampak bersemangat sekali. Senyum itu yang selalu menjadi kebahagiaan Rayhan

