Part 10

1354 Kata
Apartemant Serin, Jakarta Pusat Serin rebahan di tempat tidur untuk meluruskan punggungnya yang terasa lelah. Sungguh hari ini hari yang melelahkan untuknya. Mulai dari meeting sampai pertemuan dengan keluarga Aditama. Derrrtt....derrrttt.... Ponsel Serin bergetar. Setelah melihat notifikasi pesan, mau tidak mau membuat Serin mengambil ponselnya di atas nakas dan melihat siapa yang mengirim pesan malam-malam. Serin mengernyitkan dahi saat ada notifikasi pesan dari nomer baru di ponselnya. “Biarkan aku menggapaimu dengan caraku sendiri, memilikimu dengan perlahan tanpa harus menyakiti siapa pun.” Adrian Aditama. “Apakah pria itu yang mengirim pesan ini?” tanya Serin. Serin berpikir sejenak siapa orang yang sudah mengirimi pesan padanya dan setelah melihat nama belakangnya, seperti dari keluarga Tuan Aditama. “Terbentur di mana kepalamu, kata-katamu jadi manis. Saat bertemu denganku kemarin-kemarin ucapanmu sinis,” balas Serin. Adrian membuka pesan balasan dari Serin. Adrian tidak bisa menahan tawanya. Dia yakin kalau Serin saat ini pasti kesal dengannya. “Karena kau yang membuatku seperti ini. Cukup diam dan lihat saja apa yang akan aku lakukan untukmu. Aku paling tidak suka dengan penolakan. Ingat itu,” balas Adrian. Serin cuma bisa menggelengkan kepalanya membaca pesan dari Adrian. Entah apa maunya pria itu dengan mengganggunya. “Dasar gila,” Serin membalas pesannya dengan singkat. Adrian semakin senang menggodanya. “Gila karenamu yang masuk di hidupku dan mengusik pikiranku,” balas Adrian. “ Heeeeeemmmmmmm...” “ Good Night.” Adrian mengakhiri percakapan mereka. Adrian duduk di balkon apartemantnya. Dengan banyak pikiran di benaknya. Memikirkan cara apa yang harus dia lakukan untuk mendekati Serin karena dia yakin tak semudah itu bisa meluluhkan hatinya. Meskipun harus berusaha dengan ekstra untuk bisa mencairkan hati Serin yang sempat membeku. Serin menarik nafas panjang dan menghembuskannya dan menenangkan dirinya sendiri. *** Apa sebenarnya motif Adrian ingin mendekatiku. Aku harus cari tau dengan detail. Tanpa Pikir panjang Serin menghubungi Carlos untuk mencari tau tentang Adrian. “ Hai Carlos...” “ Iya Miss. Apa ada masalah?” tanya Carlos penasaran. “Carikan informasi mengenai Adrian Aditama secara detail. Aku tunggu laporannya sekarang. Aku kasih waktu 15 menit, laporan harus kau kirim ke e-mailku,” ucap Serin sambil memutus panggilannya dengan Carlos. Carlos hanya bisa menggelengkan kepala karena tingkah atasannya. Di saat Carlos hendak istirahat dia harus mengerahkan anak buahnya untuk mencari informasi tentang Adrian.” Oh...Tuhan ada apalagi ini...” desah Carlos. Carlos tidak membuang-buang waktu untuk tugas yang diberikan Serin untuknya. Karena Carlos tau tabiat atasannya itu yang tidak suka ditentang. Meskipun dulu dia begitu manis tidak seperti sekarang. "Semoga saja ada seorang pria yang bisa mencairkan hatinya dan menggembalikannya seperti dulu,” batin Carlos. Tidak menunggu waktu lama Serin menunggu ada notifikasi e-mail masuk ke MacBooknya dari Carlos. Serin langsung membaca informasi yang dia dapat. “Adrian Aditam, Pendiri Perusahaan Tech Corporation. Beroperasi mulai 14 tahun yang lalu. Perusahaan yang berjalan dalam bidang teknologi terbaik, baik software maupun hardware. Tech menjadi perusahaan nomor 1 dari segi keamanan program. Banyak perusahaan-perusahaan besar yang memakai jasa Tech untuk perusahaannya. Adrian Aditama lulusan S3 Stanford University jurusan teknologi informatika, karena kejeniusannya diumur 18 tahun, Arsenio lulus S3 dalam predikat cumlaude. Karena tekad Adrian, Adrian mulai merintis usahanya dalam bidang technology saat berada di California. Kejeniusan yang dia miliki membuat Adrian sampai dititik puncaknya sekarang. Panggilan yang melekat dengan sosok Adrian di dunia technology adalah King Shadow. Raja bayangan di dunia maya.Semua Hacker tidak bisa menembus jaringan dan informasi dari Tech. Dan seperti tahu saya mencari informasi tentangnya dan atas perintah Nona Situs saya bisa masuk dalam rana pribadi Adrian. Seperti tamu yang sudah ditunggu kedatangannya. Adrian adalah anak ketiga dari pemilik perusahaan Aditama Corporation.” “Maaf Nona cuma itu informasi yang bisa saya laporkan.” Pesan Carlos. Tiba-tiba ponsel Serin bergetar, ada panggilan masuk dari nomer yang tidak dikenal. Nomer tersebut sama dengan yang mengirim pesan kepadanya. Serin dengan malas mengangkatnya. “ Hemmmmm” “ Apa masih belum puas dengan informasi yang didapat anak buahmu,” ucap Adrian dengan suara serak sexynya sambil menahan tawa yang menambah kadar ketampanannya semakin berkali-kali lipat. Serin cuma bisa memegangi kepalanya yang tak pusing. “Bicara apa kau ini. Siapa yang mencari informasi tentangmu,” ucap mengelak. Adrian tidak bisa menahan tawanya mendengar perkataan wanitanya. Entah kenapa mendengar tawa Adrian membuat d**a Serin menghangat. “Jangan cari tau tentangku, biarkan aku mengenalkan diriku kepadamu dengan caraku sendiri. Sampai suatu saat takdir akan membawaku kepadamu dengan caranya sendiri,” ucap Serin hanya terdiam mendengarkan ucapan Adrian. Baru kali ini ada pria yang mendekatinya dengan cara seperti ini. “ Terserah. Apa maumu,” ucap Serin. singkat. “Sudah sekarang tidurlah. Jangan terlalu banyak pikiran. Biarkan aku saja yang memikirkan cara untuk mendekatimu.” Ucap Adrian dengan suara tegas. Serin menyunggingkan senyum mendengarkan perkataan Adrian. “Baiklah.....” ucap Serin sambil memutuskan panggilannya. Saat bunyi panggilan terputus Adrian menghela nafas panjang dan menghembuskannya. Begitu besar pengaruh yang diberikan N Serin untuknya. “Good night my love” desis Adrian pelan sambil melihat foto Serin yang ada di ponselnya. “Wanita cantik yang penuh luka dalam hatinya. Izinkan aku menyembuhkan setiap lukamu,” batin Adrian. Adrian masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat demi menenangkan hati dan pikirannya. *** Serin Pov “Jangan mendekatiku jika kau tak ingin merasakan sakit. Lukaku terlalu dalam untuk bisa disembuhkan. Jangan memberiku harapan jika kau tak bisa mempertanggungjawabkannya. Hatiku terlalu takut untuk berdamai. Rasa sakit yang masih terasa sampai sekarang.” “Tuhan, apa yang harus aku lakukan untuk saat ini. Laki-laki itu sedikit mengusik ketenanganku. Tatapan matanya seperti menyihirku untuk mempercayainya. Entah rencana apa yang Engkau rencanakan untukku ya Tuhan.” *** BL.Corporation,Jakarta Pusat “Oh...My God ada pria tampan yang sedang mendekat ke sini, wajahnya seperti titisan Dewa Yunani. Mimpi apa aku semalam,” ucap para karyawan BL.Corporation saat melihat Adrian masuk ke dalam gedung kantor BL.Corporation. Semua mata terpanah akan pesona Adrian. “Saya mau tanya ruangan Ibu Serin,” ucap Adrian dengan dingin dan datar kepada salah satu karyawan. “Ada di lantai 25 ruangan Ibu Serin. Apakah Anda sudah ada janji untuk bertemu Ibu Serin?” Tanya salah satu pegawai dengan sopan. “saya tidak butuh janji untuk bertemu dengannya," ucap Adrian. Adrian memasuki lift khusus untuk menuju ruangan Serin. Setelah lift berhenti dan terbuka. Adrian melangkahkan kakinya menuju ruangan Serin. Saat hendak menuju pintu Serin. Adrian dihentikan oleh seorang wanita yang tak lain adalah Maria sekertaris Serin. “Maaf, Anda mau bertemu dengan siapa?” tanya Maria dengan sopan. “Saya ingin bertemu dengan Ibu Serin,” ucap Adrian dengan datar. “ Maaf jika ingin bertemu dengan Ibu Serin, harus ada janji terlebih dahulu," ucah Serin dengan sopan. “Bilang saja ada Tuan Adrian ingin bertemu,” ucap Adrian seperti perintah. Maria menghubungi Serin. Untuk memberi bahwa ada tamu yang ingin bertemu dengannya. “Siang...Miss....Ada tamu yang tidak ada janji ingin bertemu. Beliau bilangnya penting Miss,” ucap Maria dengan sopan. “Baik...suruh dia masuk!” ucap Serin sambil memutus panggilannya. Serin bertanya-tanya. Siapa seseorang yang ingin bertemu dengannya itu. Tiba-tiba perasaan Serin tidak enak. Serin mendengar pintu dibuka. Ketika melihat siapa yang datang, Serin langsung menjatuhkan kepalanya di meja kerjanya. Adrian ingin rasanya tertawa melihat ekspresi Serin saat melihatnya. Seperti melihat hantu. “Ya Tuhan dia lagi,” batin Serin. Serin menatap Adrian sambil tetap menaruh kepalanya di meja kerjanya. “Ada apa denganmu...? Sepertinya kau tidak suka aku datang ke sini,” ucap Adrian cuek. “Memang aku tidak suka kau datang ke sini," ucap Serin dengan nada ketus. Adrian menghampiri Serin dan mencium kening Serin. Serin kaget dengan ciuman tiba-tiba Adrian. “Apa-apaan kau ini cium-cium aku," ucap Serin tidak suka. Adrian tidak peduli dengan tanggapan Serin. Buat Adrian melihat Serin seperti itu terlihat sangat menggemaskan. “Jika aku bertemu denganmu, aku mencium keningmu itu sebuah kewajiban,” ucap Adrian dengan santai dengan melipat tangannya ke dadanya. Menatap Serin dengan tatapan yang sulit diartikan oleh Serin. “Kewajiban.....kau ini sudah gila apa Adrian,” ucap Serin dengan ketus sambil mengacak-ngacak rambutnya. Adrian berjalan mendekat ke arah Serin dan menariknya untuk berdiri. Serin seperti tersihir oleh kata-kata Adrian dan mengikuti Adrian untuk duduk di sofa panjang yang ada di ruangan Serin. Adrian menarik pinggang Serin dan mendudukkan Serin di atas pangkuannya. Adrian memeluk Serin dan menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Serin. Entah kenapa Serin tidak bisa melakukan apa-apa. “Biarkan seperti ini dulu,” ucap Adrian dengan lembut. Perasaan apa ini Getaran apa ini Ada apa denganku Tak bisa untuk menolak Rasa nyaman apa ini {Serin Amanda Carla}
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN