Part 11

1298 Kata
BL.Corporation, Jakarta Pusat Mencoba memulai dan menerima, mungkin itu sebuah awal yang sulit untuk seorang Serin. Menerima kehadiran seseorang yang baru dalam hidupnya. Mencoba berdamai dengan masa lalu. Meskipun semua itu sulit. Entah Tuhan mempunyai skenario tersendiri untuk Serin. Dengan mendatangkan sosok Adrian dalam kehidupannya. Sebagai pelengkap untuk Serin dan membantu Serin untuk ke luar dari trauma masa lalunya. Perasaan nyaman yang dirasakan Serin tidak bisa dipungkiri. Meskipun benteng pertahanannya masih tetap kokoh yang dibangun Serin selama lima tahun lalu. Membentengi hatinya dari laki-laki yang ingin mendekatinya. Melebur semuanya dalam aliran darah yang mengalir dalam tubuhnya. “Kenapa setiap Adrian mendekat seperti sekarang ini, aku tidak bisa melarangnya dan menjauhkan diriku darinya. Entah kenapa hatiku merasa nyaman. Tatapan matanya yang meneduhkan seperti menghipnotisku untuk menuruti kemauannya. Aku tidak bisa seperti ini terus menerus,” batin Serin. Adrian masih tetap mendekap erat Serin, menaruh kepalanya di ceruk leher Serin. Menghirup bau lavender yang menenangkan dari tubuh Serin. “Apa yang kau lakukan ini. Jangan seperti ini Adrian,” sergah Serin ketus sambil mencoba melepaskan pelukan Adrian. Adrian semakin mengeratkan pelukannya. “Biarkan seperti ini dulu Rin. Semalaman aku tidak bisa memejamkan mataku karena memikirkanmu," ucap Adrian dengan halus dan tetap memeluk Serin. Serin yang mendengar perkataan Adrian begitu kaget. “Maksudmu apa Adrian? Karena aku, kau tadi malam tidak tidur?” tanya Serin sambil menatap mata Adrian untuk mencari kejujuran dalam matanya. Dan memang Adrian tidak sedang berbohong. Dia tidak tidur karena memikirkan Serin. Terlihat ada lingkaran hitam di bawah matanya. “Biarkan Aku tidur sebentar, Rin. Nanti aku ada meeting penting. Entah kenapa aku jadi seperti ini setelah bertemu denganmu saat di bandara dulu,” ucap Adrian dengan lembut. Serin hanya bisa menatap Adrian dengan penuh tanda tanya. Apa memang sebesar itu pengaruhnya untuk Adrian. Sampai-sampai dia melihat Adrian sedikit berantakan. Ada sedikit rasa tidak tega dalam diri Serin untuk Adrian. Laki-laki yang baru masuk ke dalam kehidupannya. “Tidurlah,” ucap Serin dengan lembut. Serin mengganggukkan kepalanya. Tanpa menunggu lama Serin mendengar dengkuran halus dari Adrian. Nafas hangat yang berhembus di ceruk leher Serin. Serin turun dari pangkupan Adrian dan pindah duduk di sebelah Adrian. Kemudaian Serin membenarkan posisi tidur Adrian dengan meluruskan kakinya ke sofa panjang. Ketika Serin hendak berdiri, Adrian menariknya dengan mata tetap terpejam. Sampai-sampai Serin terduduk lagi di sofa. Adrian meletakkan kepalanya di pangkuhan Serin dan memeluk pinggannya. Membenamkan wajahnya di perut Serin. Serin cuma bisa menghela nafas panjang dengan kelakuan Adrian. “Sudah tidurlah aku tak akan ke mana-mana,” ucap Serin dengan halus. “Temani aku sebentar, aku ingin bersamamu,” ucap Adrian dengan tetap memejamkan matanya. Serin menyandarkan kepalanya di sofa, tanpa sadar tanggannya membelai kepala Adrian. Adrian merasakan ada yang membelai kepalanya. Begitu nyaman. Sampai dia tertidur pulas dengan tetap memeluk pinggang Serin. Serin tiba-tiba ikutan mengantuk dan tertidur bersama Adrian. **** Tech Corporation “Ke mana Si Boss ganteng ini, meeting sebentar lagi masih belum datang, di telepon juga gak diangkat,” ucap Angela, sekertaris Adrian. Angela bingung tak bisa menghubungi Adrian karena sebentar lagi ada meeting penting dengan klien dari Korea. Tanpa disadari, Josep datang dan melihat kepanikan Angela. “Ada apa Angela, sepertinya kau terlihat sangat panik?” ucap Josep “Tuan Adrian belum datang ke kantor. Padahal setelah ini ada meeting penting dengan klien dari Korea.” Jawab Angela dengan wajah panik. “Apa Tuan sudah dihubungi?” Ucap Josep dengan gayanya yang santai. “Tuan tidak bisa dihubungi dari tadi, tidak biasanya Tuan seperti ini. Sampai lupa kalau dia ada meeting penting,” ucap Angela. “Tenanglah, aku akan mencari Tuan,” ucap Josep sambil meninggalkan Angela menuju lift untuk turun ke lantai bawah. Saat membuka ponselnya, Josep langsung mencari keberadaan Adrian dengan akses yang dimilikinya yang khusus diberikan oleh Adrian kepadanya. Saat mengetahui posisi Adrian di BL.Corporation, Josep sedikit penasaran apa yang dilakukan bossnya di sana. Apa ada hubungannya dengan wanita yang dicari bossnya dulu. Pintu lift terbuka Josep langsung berjalan menuju parkiran mobil. Setelah memasuki mobilnya, Josep langsung menuju ke BK.Corporation untuk menjemput bossnya. *** Adrian terbangun dari tidurnya. Orang pertama yang dilihatnya adalah Serin, wanita cantik yang sudah mencuri hati Adrian. Adrian beranjak dari tidurnya dan duduk di sebelah Serin yang masih tertidur. Adrian memandangi wajah cantik Serin saat tertidur. Adrian mendekat dan mencium kening Serin dengan rasa sayang. Serin mengeliat dan bangun, saat membuka matanya, ia melihat Adrian sedang menatapnya. “Terima kasih sudah menemaniku tidur sebentar,” ucap Adrian dengan lembut dan menyunggingkan senyuman manisnya. Sungguh sangat tampan. “Iya gak pa-pa.....Apa kamu gak telat berangkat meetingnya? Maaf aku tadi ikut ketiduran jadi gak bisa bangunin kamu," ucap Serin penuh penyesalan karena ikut tertidur. Adrian menangkupkan tangannya di wajah Serin dan menatap mata Serin penuh rasa sayang. “Jangan meminta maaf.”Adrian sambil mencium kening Serin cuma bisa terdiam dengan perlakuan manis Adrian Kiki Fatmala Tookk...Tokkk...Tookkk...terdengar pintu diketuk dari luar. “Masuk...” ucap Serin. “Miss....ada yang mencari Tuan Adrian di luar," ucap Maria dengan sopan. “Suruh dia masuk Maria,” ucap Serin dengan tegas. Adrian duduk dengan menyilangkan kakinya dengan tetap menatap Serin yang sedang berbicara. “Kenapa kau ini suka sekali menatapku?” ucap Serin sedikit salah tingkah, ditatap terus menerus oleh Adrian. Adrian menyunggingkan senyumnya melihat semburat merah di wajah Serin. “Karena aku menyukai semua tentangmu,” ucap Adrian dengan santai. Serin menepuk jidatnya sendiri dengan mendengar jawaban dari Adrian. Tiba-tiba pintu terbuka dan menampilkan laki-laki yang terlihat tegas dan menakutkan yang tak lain adalah Josep, kaki tangan Adrian berjalan mendekat ke arah Adrian. “Maaf Boss sudah mengganggu waktu Anda,” ucap Josep sopan sambil membungkukkan badan. Josep sangat menghormati Adrian karena berkatnya, ia bisa seperti saat ini. “Tidak masalah...ada perlu apa kau mencariku?” ucap Adrian dengan dingin dan tegas. Serin yang melihat perubahan wajah Adrian, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya. Sungguh berbeda saat bertatapan dan berbicara dengannya. “Maaf Boss sebentar lagi kita ada meeting dengan klien dari Korea,” ucap Josep dengan sopan. “OK...pergilah dulu, tunggu aku di bawah,” ucap Adrian. Josep pamit dan meninggalkan ruangan Serin. Adrian menghampiri Serin yang sedang berdiri menghadap jendela ruangannya. Adrian memeluk Serin dari belakang dan mencium pundaknya. “Apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Adrian sambil membalikkan badan Serin supaya berhadapan dengannya. “Apa ada maksud lain kau mendekatiku?” tanya balik Serin penuh selidik. Adrian menoyor kepala Serin karena gemas dengan pemikirannya yang tak terduga. “Aku cuma ingin memilikimu seutuhnya. Cuma itu saja. Mungkin ini terdengar sangat cepat, tapi memang itu kenyataannya. Aku mulai tertarik padamu saat pertama kali kita bertemu dan setelah aku mengetahui tentang masa lalumu dan kehidupanmu, aku semakin jatuh cinta padamu,” ucap Adrian dengan tenang sambil tetap menatap mata Serin. “Ini terlalu cepat Adrian, sulit buatku untuk membuka hatiku untuk pria lain,” ucap Serin berkaca-kaca. Adrian tak tega melihat mata Serin berkaca-kaca. “Biarkan aku yang berusaha untuk mendapatkan hatimu. Memiliki cintamu. Cukup kamu melihat dan merasakannya saja. Biarkan aku mengejarmu dengan caraku sendiri,” ucap Adrian meyakinkan Serin. Serin mengganggukkan kepalanya. Mungkin sudah saatnya dia membuka hatinya untuk belajar menerima sosok Adrian dalam hidupnya. Adrian mendekatkan wajahnya dengan perlahan tapi pasti Adrian mencium bibir Serin. Ciuman yang lembut tanpa ada nafsu. Setelah ciuman mereka terlepas, Serin menatap Adrian dengan lembut. Tatapan yang belum pernah dilihat Adrian selama ini. Serin tiba-tiba memeluk Adrian dengan erat membenamkan kepalanya di d**a bidang Adrian. Adrian membalas pelukan Serin sembari mencium puncak kepala Serin dengan penuh cinta. “Nanti malam aku akan datang ke apartemenmu, aku ingin makan masakanmu,” ucap Adrian. “Baiklah...” ucap Serin. “Aku berangkat menemui klienku dulu,” pamit Adrian yang dibalas dengan anggukan oleh Serin. Adrian melepaskan pelukannya. Sebelum dia berangkat Adrian kembali mencium kening Serin dengan penuh cinta. Tidak ada penolakan dari Serin. Setelah berpamitan Adrian berjalan menuju pintu berdampingan dengan Serin. “Hati-hati,” ucap Serin yang dibalas anggukan oleh Adrian dengan menyunggingkan senyumnya. Adrian pergi dengan keadaan bahagia. **** Aku akan berusaha sebisaku untuk mendapatkanmu Mendapatkan cintamu Membuatmu menerimaku dalam hatimu Menjadikanku salah satu pria dalam hatimu. {Adrian Aditama}
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN