Part 12

2227 Kata
Semenjak Adrian ke kantor, Serin dua minggu lalu, intensitas pertemuan Adrian dan Serin semakin sering. Entah dari makan siang dan makan malam bersama. Sifat Adrian yang penyayang membuat Serin tersentuh dengan perhatian-perhatian kecil yang diberikan Adrian kepada Serin. Meskipun dengan sifatnya yang pemaksa dan tidak bisa ditentang sama sekali. Jika bersama Serin, Adrian menjadi pria yang berbanding terbalik saat di luar sana yang cool, tegas, dan penuh wibawa. Jika sedang bersama Serin, Adrian menjadi pria yang lembut dan penyayang. Serta sedikit manja. Serin merasa nyaman dengan adanya Adrian di dekatnya. Sedikit demi sedikit jarak di antara mereka semakin memudar. Serin dengan perlahan membuka hatinya untuk Adrian. Menjalaninya berdua dengan percaya satu sama lain. Adrian menyentuh hati Serin dengan caranya sendiri dengan sifat asli yang diperlihatkannya. Tanpa ada yang ditutup-tutupi dari Serin. Benih-benih cinta mulai tumbuh di hati Serin. Dengan berjalannya waktu. Meskipun tergolong begitu cepat. Adrian tidak pernah memaksa Serin untuk mencintainya. Membiarkan cinta itu datang sendiri di hati Serin untuknya. Semenjak Serin membuka hatinya untuk Adrian, dia menampakkan sifat aslinya yang lembut dan penyayang. Sifat yang dia tutupi selama ini. Adrian sangat bahagia melihat perubahan Serin yang signifikan. Meskipun itu semua cuma diperlihatkan Serin kepada dirinya. Buat Adrian itu sudah lebih dari cukup. *** Tech Corporation 23:00 “Boss besok kita harus berangkat ke Korea untuk meninjau lokasi,” ucap Josep. “Apa harus besok, Jo. Tidak bisa diundur?Aku belum bertemu dengan Serin,” ucap Adrian. Memikirkan Serin saja sudah membuatnya ingin cepat-cepat bertemu dengannya. Beberapa hari ini Adrian tidak bisa bertemu Serin karena pekerjaannya. “Tidak bisa Boss karena Mr. Zulan Wang meminta kita segera meninjau lokasi di sana,” ucap Josep sopan. Adrian berpikir sejenak. Sekarang sudah malam. Pasti Serin sudah tidur. Tapi Adrian tidak bisa menahan rindunya, ingin rasanya bertemu dengan Serin. Terlebih lagi besok dia harus berangkat ke Korea. Adrian beranjak dari tempat duduknya. “Selesaikan semua ini, aku harus pergi,” ucap Adrian pada Josep. Adrian berjalan ke luar dari ruangannya. Josep yang melihat bossnya pergi, dia cuma bisa menghela nafas panjang. Nasib sebagai kaki tangan bossnya mau tidak mau harus menuruti perintahnya. Adrian masuk menuju lift untuk turun langsung ke parkiran pribadinya. Setelah pintu lift terbuka, Adrian langsung menuju mobilnya. Adrian menaiki mobilnya dan melaju menuju apartemen Serin. Sekitar setengah jam Adrian sampai di apartemen Serin. Adrian memarkirkan mobilnya dan menuju ke apartemen Serin di lantai 12. Adrian memasuki lift dan menekan angka 12 menuju apartemen yang di tempati Serin. Setelah pintu lift terbuka, Adrian berjalan menuju apartemen Serin. Setelah sampai di depan pintu, Adrian memasukkan kode masuk yang dia dapat dari sistem. Terdengar bunyi klik yang menandakan akses masuk benar. Adrian membuka pintu apartemen Serin dan dia masuk ke dalam dan tak lupa mengunci pintu apartemen. Adrian melepas jasnya di sofa dan berjalan menuju kamar Serin. Kamar bernuansa putih elegant dengan penerangan redup yang menampilkan suasana hangat dan romantis. Adrian mendekat menuju ranjang tempat tidur Serin. Melihat Serin tidur dengan pulas. Adrian duduk di tempat tidur Serin dan mencium puncak kepala Serin dengan penuh cinta. Serin mengeliat dari tidurnya dan menyibak selimutnya sampai tubuhnya kelihatan semua. Adrian menelan ludah melihat pemandangan indah di depan matanya. “Shiiittt....kalo seperti ini aku tidak bisa menahannya lagi, Rin. Kamu harus bertanggung jawab karena sudah membangunkan singa yang tertidur.” Adrian menggerang melihat Serin tidur cuma memakai lingerie hitam tanpa memakai bra saat tidur, sungguh pemandangan yang sexy dan menggoda. Terlihat begitu jelas penuh payud2ra Serin menonjol menantang. Adrian benar-benar sudah tidak bisa menahannya lagi. Tubuhnya panas dingin melihat Serin cuma memakai lingerin hitam transparan. Adrian melumat bibir Serin dengan lembut dan menuntut balasan. Serin membuka mulutnya memberi akses Adrian bermain-main dengan lidahnya di mulut Serin dengan tetap memejamkan matanya. Adrian mendengar desahan dan erangan keluar dari mulut Serin. Semakin membuat hasrat dan gairah Adrian semakin tak terkendali. Adrian menciumi setiap inci wajah Serin. Sampai sang punya membuka mata. Serin seperti mimpi melihat Adrian sekarang ada di depannya sedang menatapnya. “Apa aku ini sedang mimpi?” ucap Serin sambil mengerjapkan matanya. Adrian yang melihat Serin terbangun langsung mencium bibir Serin dengan nafsu. Serin membalas ciuman Adrian. Serin mengalungkan tangannya ke leher Adrian. Ciuman dan lumatan panjang yang semakin menuntut ingin dipuaskan satu sama lain. Sampai mereka berdua saling terengah. Adrian menggapai salah satu p******a Serin dan meremasnya. Suara desahan dan erangan ke luar dari mulut Serin. Semakin membuat Adrian semakin menjadi. Adrian merobek linggerin hitam yang di pakai Serin, memperlihatkan keindahan tubuh Serin. Adrian semakin takjub melihatnya. Tatapan memuja apa yang dimiliki Serin. Adrian sebelum melanjutkan, menatap mata Serin yang sudah diliputi oleh hasrat. Serin menganggukkan kepalanya. Tanda persetujuan, Adrian mengecup puncak kepala Serin. “Lakukan Baby,” ucap Serin dengan halus diliputi gairah dalam dirinya. Serin menyusuri bulu-bulu halus di wajah Adrian dengan tangan. Adrian menggenggam tangan Serin dan menciumnya. Adrian memulai aksinya, dari bermain-main dengan kedua payud2ra Serin. Mengulumnya bergantian. p******a Serin semakin mengeras dan menantang yang membuat Adrian semakin menggila. Memberikan tanda kepemilikan di setiap inci tubuh Serin. Serin cuma bisa mendesah dan mengerang karena ulah nakal tangan dan mulut Adrian yang mendominasi tubuhnya dengan sentuhan dan mulutnya. Adrian benar-benar memanjakan tubuh Serin. Adrian benar-benar membuat Serin melayang. Merasakan kenikmatan yang belum pernah Serin rasakan bersama Michel dulu. Adrian melepaskan bajunya dan memperlihatkan roti sobek di perutnya yang membuat Serin semakin terpesona, Serin meraba perut Adrian dengan tangannya. Serin mendengar erangan ke luar dari mulut Adrian. Adrian menikmati setiap sentuhan Serin. Adrian mengambil alih lagi permainannya. Mulai mencumbui lagi tubuh Serin dengan tatapan memuja .Foreplay mereka tak terkendali sampai ruangan kamar berantakan karena ulah mereka berdua. Serin mengimbangi Adrian dalam permainannya. Tidak peduli tubuhnya mengeluarkan keringat bahkan sebelum mereka sampai ke intinya. Adrian sangat bahagia saat akhirnya Adrian bisa melihat sisi liar Serin di atas tempat tidur, Adrian tidak habis-habisan kagum memandagi tubuh naked Serin di bawah tubuhnya mengeliat dengan sexy dan menggoda. Serin dan Adrian dikuasai gairah percintaan mereka. Serin memekik kencang saat merasakan jari-jari Adrian bermain di inti Serin. Serin mencengkram punggung Adrian dengan kencang sampai Serin merasakan pelepasan pertamanya. Adrian tidak berdiam disitu saja. Adrian mengarahkan kejantanannya menuju pusat Adrian. Serin memekik kencang,mencengkram punggung Adrian diiringi desisan samar dari mulut Adrian yang tidak sanggup menanggung rasanya karena dia hampir gila saat ini.Tubuh mereka berdua serasa terbakar oleh gairah percintaan mereka, Serin mengeliat dengan Erotisnya sampai-sampai Adrian tidak bisa berhenti melakukannya. Menikmati percintaan panjang. mencurahkan kasih sayang dan cintanya untuk Serin.tidak ada yang bisa menghentikan mereka berdua dari kenikmatan yang melanda. Adrian tidak pernah membayangkan jika bercinta dengan Serin senikmat ini. Serin begitu ekspresif dengan erangan-erangannya. “ Kau membuatku gila, Rin!!” gumam Adrian, Semakin membuat ritme percintaannya semakin cepat. “ Faster baby.....” ucap Serin dengan diliputi gairanya. Adrian yang mendengarnya, dia tersenyum Smrik, tidak memberikan waktu sedikitpun untuk bernafas, semakin mendesah dan merancau hingga dia merasakan tubuh Serin perlahan menegang dan lahar dalam dirinya membuncah.erasaan kuat itu semakin tidak tertahankan hingga akhirnya meledak bersamaan dengan pekikan mereka berdua yang saling berpelukan.meresapi kehangatan dari tubuh masing-masing yang bercampur keringat.percintaan panjang yang membuat mereka berdua tertidur sambil berpelukan.menikmati kebersamaan mereka. *** Waktu sudah menunjukkan pagi hari, Serin membuka matanya, merasakan ada tangan yang menindih perutnya. Serin mengingat-ingat apa yang terjadi dengannya tadi malam. Serin menutup mulutnya,saat menyibak selimutnya, Serin melihat Adrian sedang tidur didadanya dan melingkarkan tangannya di tubuhnya. Mereka berdua tanpa memakai pakaian sehelaipun. Tubuh telanjang mereka cuma tertutup dengan selimut tebal. “Oh Tuhan apa yang sudah ku lakukan tadi malam,” ucap Serin sambil melihat kamar tidurnya yang berantakan. Serin menatap wajah Adrian yang masih tertidur pulas. Meraba pipi Adrian dan mencium keningnya. “Apa yang sudah kau lakukan Adrian, sampai kau membuatku dengan mudah memberikan kepercayaanku untuk mu,” gumam Serin. Tanpa disadari Serin, Adrian sudah bangun dari tadi.dan mendengar semua perkataan Serin. “Aku akan menjagamu dengan nyawaku Serin, tidak akan ku biarkan ada orang yang menyakitimu lagi.dan membuatmu terluka. Termasuk aku orang itu,” batin Adrian. Adrian pura-pura membuka matanya dan tatapan mereka saling bertemu. Tatapan penuh cinta yang terpancar dari kedua mata mereka berdua. “ Morning,” ucap Adrian lembut. Serin menjawab dengan senyuman dan belaian halus diwajah Adrian. Adrian memegang tangan Serin dan menciumnya. “Terima kasih untuk semuanya, terima kasih sudah datang dihidupku. Memberi warna terindah dalam hidup ku,” ucap Serin dengan tulus. “Kau sungguh liar diatas ranjang, semakin membuatku tidak bisa berpaling darimu,” goda Adrian. Wajah Serin langsung memerah karena malu mendengar ucapan sarkas Adrian. Adrian yang melihat Serin tersipu malu, dia semakin senang menggodanya. Adrian menggoda Serin dengan menelusupkan satu tanggannya di d**a Serin. Memilin p****g Serin. Sampai Adrian mendengar pekikan suara Serin. Adrian tidak berhenti disitu. Tangan Adrian yang satunya menangkup buah d**a Serin mengarah ke mulutnya.menghisapnya layaknya anak bayi yang menyusu ke ibunya. Serin tidak bisa berfikir apa-apa saat tangan dan mulut Adrian sudah bekerja. Membuat Serin menggila. Percintaan panaspun kembali terulang. Tanpa ada rasa capek Adrian terus meminta pada Serin. Sampai akhirnya percintaan panas mereka harus berhenti saat mendengar bunyi ponsel Adrian. Saat melihat siapa yang menghubunginya Adrian mengangkat panggilannya. “Hemmm...iya Jo, ada apa?” ucap Adrian. sambil mengatur nafasnya dengan tetap memeluk Serin di sampingnya. “Boss kita berangkat dua jam lagi pesawat jet sudah disiapkan,” ucap Josep dengan sopan. “Baiklah...bawakan aku baju ke apartemen Serin sekarang!” ucap Adrian memerintah. “Baik, Boss,” ucap Josep mengakhiri panggilannya. Adrian menatap wajah Serin yang berbaring di sampingnya. “Siap-siaplah, kita akan pergi,” ucap Adrian. “Pergi ke mana?” tanya Naraya dengan ekspresi bingung. “Ke Korea ikut bersamaku,” ucap Adrian dengan santai. Adrian tau pasti Serin akan terkejut dengan mengajaknya tanpa bicara terlebih dahulu. “Kau ini apa-apaan aku tidak bisa, aku masih banyak pekerjaan di sini,” ucap Serin. Bukan Adrian namanya kalo keinginannya tidak dituruti. “Undurkan jadwalmu empat hari kedepan. Aku tidak bisa berangkat kalo tidak bersamamu. Apa aku batalkan saja kontrak kerjaku ini,” ucap Adrian tanpa bersalah. Serin menatap wajah Adrian dengan geram. Bisa-bisanya dia memaksakan kehendaknya sendiri. “Adrian kau menguji kesabaranku,” ucap Serin dengan geram. Adrian masa bodoh dengan perkataan Serin. Jika Serin tetap tidak mau ikut, dia tetap akan membawa Serin bersamanya. “Yes...Baby.. Kau tau sendiri kalo aku paling tidak suka ditolak,” ucap Adrian cuek. Serin bangkit dari tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi dengan telanjang. Adrian yang melihat tubuh telanjang Serin yang berjalan ke kamar mandi, dia tidak berkedip mengagumi setiap inci tubuh Serin begitu indah dan menggoda. Adrian bangkit dari tempat tidur dan memakai celananya. Adrian bejalan menuju jendela kamar Serin. Berdiri menatap ke luar sambil memikirkan banyak hal tentang dirinya dan Serin. Tanpa sepengetahuan Adrian, Serin ke luar dari kamar mandi dengan memakai kimono. Menatap punggung Adrian. Tubuh atletis yang sangat menggoda di mata Serin. Serin menggeleng-gelengkan kepalanya mengusir Pikiran m***m yang bersarang di otaknya. Serin mengalihkan pandangannya dan berjalan menuju wardrobe miliknya. Serin mengambil dress selutut berwarna navy dengan tali sepageti yang akan dia pakai. Serin memakai dressnya dengan cantik. Untuk menyempurnakan kecantikannya Serin memakai blazer motif kotak kecil berwarna senada. Serin memoles wajahnya dengan tipis dan memakai lipstik yang berwarna peach. Rambutnya dicepol ke atas memperlihatkan leher jenjang Serin. Serin terlihat sangat cantik dengan penampilannya. Adrian yang melihat Serin berdandan menghampirinya dan memeluk Serin dari belakang. “Wanitaku memang selalu terlihat mempesona,” ucap Adrian sambil mencium leher jenjang Serin. Serin yang mendengar pujian dari Adrian, dia menyunggingkan senyum. “Cepatlah mandi. Akanku buatkan sarapan sebelum kita berangkat,” ucap Serin. Adrian melepaskan pelukannya dengan perasaan bahagia karena Serin mau ikut dengannya ke Korea. Adrian berjalan menuju kamar mandi dan Naraya mengambil ponselnya menghubungi sekertarisnya, Maria untuk mengundurkan jadwalnya lima hari kedepan. “Pagi Miss,” ucap maria dengan sopan. “Maria tolong undur semua jadwalku bersama klien mulai hari ini sampai lima hari ke depan karena aku ada urusan ke luar negeri," ucap Serin. “Baik Miss...” ucap Maria dengan sopan. Panggilan pun terputus. Serin berjalan menuju dapur membuatkan Adrian sarapan. Tak menunggu lama Serin membuat sarapan. Sarapan sederhana yang terlihat sangat lezat. Dua sandwich lapis keju dengan isi daging asap cincang dan dua gelas s**u coklat. Tersaji cantik di atas meja makan Serin. Tiba-tiba terdengar bunyi bell dari apartemennya. Serin bergegas menuju pintu untuk melihat siapa tamu yang pagi-pagi datang ke apartemennya. Tetttt...Teeetttt...... serin membuka pintunya. Saat melihat siapa yang datang Serin menyuruhnya untuk masuk ke dalam. Josep memberikan baju pesanan Adrian dan Serin menerimanya. Setelah menyuruh Josep untuk duduk di ruang tamunya. Serin berjalan menuju kamarnya untuk memberikan baju ganti untuk Adrian. Saat membuka pintu, serin disuguhi dengan roti sobek Adrian yang baru ke luar dari kamar mandi dengan memakai handuk dililitkan di pinggangnya. “Ini bajumu...cepat ganti bajumu setelah itu kita sarapan.” ucap Adrian sambil menyimpan baju Adrian di tempat tidurnya. Adrian yang melihat Naraya berlalu dari hadapannya menyunggingkan senyumnya. Entah sebuah kebetulan atau apa kemeja yang dibawa Adrian berwarna senada dengan baju yang sekarang dipakai bajunya yang berwarna navy. Adrian segera memakai bajunya. Setelah bersiap-siap, Adrian ke luar dari kamar Setin menuju ruang makan untuk sarapan bersama Serin. Saat menuju ruang makan, Adrian melihat Josep yang ikut duduk di meja makan. Saat Josep melihat bossnya datang. Josep menyapa Adrian dengan sopan. “Pagi Boss...” ucap Josep sopan. Adrian mengganggukkan kepalanya dan duduk di sebelah Serin. Serin mengambilkan sarapan untuk Adrian lengkap dengan segelas s**u coklat. Adrian menerima sarapannya dan langsung memakannya.Setelah sarapan Adrian dan Serin bersiap-siap untuk menuju Bandara.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN