Dehan kini sudah tiba di apartemen dan langsung masuk ke dalam. Ia melihat Alika sudah berdiri di hadapannya dengan wajah yang panik dan terlihat pucat. Dehan merasakan sentuhan Alika di wajah serta lengannya sambil berkata, "Kau tidak apa-apa, kan? Apa terjadi sesuatu padamu? Kenapa kau lama sekali?" Dehan tertawa singkat, kemudian mencium bibir Alika selama kurang lebih 5 menit. Setelahnya, Dehan menangkup wajah Alika dan menyatukan dahinya dengan dahi calon istrinya itu. Mata birunya menelusup masuk ke dalam mata hazel Alika. Tatapan itu terlihat sendu, menurut penglihatan Alika. "Ada apa?" tanya Alika. "Kau mau berjanji untukku?" Alika mengangguk. "Aku akan berjanji untukmu. Apa pun itu, aku akan berusaha untuk menepatinya." "Berjanjilah tetap menjaga hatimu untukku. Berjanjilah u

