Setelah puas melampiaskan kesedihannya di dalam pelukan Alika, Dehan pun menarik diri dari calon istrinya itu. Dia menyeka airmatanyaㅡkasar, lalu segera menjalankan mobilnya untuk meninggalkan restoran mewah tersebut, tanpa mengatakan apa pun lagi pada Alika. Menurutnya, Alika sama saja seperti wanita-wanita lainnya yang hanya bisa menyakiti perasaannya. Di sepanjang perjalanan menuju ke kantor, Dehan tetap diamㅡtak bersuara. Hanya ada keheningan melanda mereka berdua. Kondisi hati Dehan saat ini benar-benar buruk. Jika sudah seperti ini, ia membutuhkan bahan pelampiasan, baik itu wanita ataupun alkohol. Hal pelampiasan yang paling positif dalam diri Dehan hanyalah satu, yaitu berenang. Tapi sepertinya, Dehan tidak akan melakukan hal positif itu. Hhh... kita lihat saja nanti. Setibanya m

