Di dalam kamar, Dehan tampak merebahkan tubuhnya di atas ranjang king size. Matanya menatap sendu ke langit-langit kamar, berikut dengan helaan napas beratnya yang terdengar berulang kali. Ia benar-benar tak habis pikir dengan masalahnya sendiri. Dalam hatinya terus bertanya, "Kenapa aku menjadi lemah seperti ini? Padahal sebelumnya aku juga tidak lemah. Ck, ternyata benar pemikiranku. Cinta bisa membawa malapetaka untukku. Harusnya aku tetap memegang teguh prinsip itu. Harusnya aku tidak mendengarkan perkataan Filzha. Hhh... Tapi kalau sudah begini, mau bagaimana lagi? Niatnya ingin merasakan seorang perawan, justru tidak dikabulkan oleh Tuhan. Ck, sial!" Dehan mencebikkan bibirnya berulang kali. Ia merasa bahwa takdirnya sedang dipermainkan oleh Tuhan. Mungkin juga ini karma atas semua

