Berselang sekitar 20 menit, gadis pemilik wajah natural ini sudah tiba di depan apartemen Dehan. Sejujurnya, dia masih ragu untuk membangunkan pria tampan itu. Tetapi dirinya juga tidak mungkin menunggu Dehan bangun sampai esok pagi, kan? Bisa panjang urusannya. Gadis itu membuka seatbelt, lalu turun dan membuka pintu penumpang—di mana Dehan tengah tertidur pulas di sanaㅡtampak tenang dan damai. "Ck, bagaimana cara membangunkannya? Nanti aku tepuk pipinya, disangka menamparnya. Atau aku siram saja pakai air?" Gadis itu terlihat kelimpungan. Dirinya berharap, ada seseorang yang akan membantunya untuk membangunkan pria mabuk itu. Dengan ragu, tangan gadis itu menempel di lengan kekar Dehan, lalu menggoyangnya pelanㅡberharap Dehan akan segera bangun. "Hey, wake up! Kita sudah sampai rumah,

