Pagi ini, Dehan sudah kelihatan rapi dengan setelan jas dan kemeja kantor. Meskipun Ben menolaknya, tapi ia harus tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang CEO di The Angello Company itu. Ia juga sudah menghubungi Malvin untuk membicarakan proyek, namun lagi-lagi nomor pria itu tidak bisa dihubungi. Mungkin sedang sibuk dengan acara pertunangan, pikirnya. Setelah semua beres, ia pun bergegas menuju perusahaan ayahnya. Sejenak, ia melupakan masalahnya dengan Alika. Dirinya yakin jika wanita itu akan kembali padanya sesuai kehendak Tuhan. Saat ini yang terpenting adalah mengurus proyek perusahaan yang sempat tertunda beberapa hari karena masalah yang ia hadapi. Dehan melajukan mobilnya menuju The Angello Companyㅡberusaha menerabas jalanan kota Jakarta yang super padat, terlebih saat di la

