Forty Eight

1504 Kata

Saat ini, Alika tengah bosan. Seharian, ia duduk di sofa sambil melihat acara televisi yang menurutnya membosankan. Berulang kali ia menukar channel TV dengan remote di tangannya. Pikirannya masih melayang entah kemana. Dia juga masih sedih karena baru saja kehilangan anaknya beberapa hari lalu. "Huft! Membosankan. Andai ada Dehan di sini, pasti dia bisa menghiburku dengan tingkah konyolnya itu. Dia lagi apa ya sekarang?" "Kau merindukannya, tapi tidak mau bertemu dengannya." Alya menyahut lalu ikut duduk di sebelah kiri putrinya, "Kasihan dia. Pasti dia sedang berusaha mencarimu. Saran ibu, lebih baik kau temui dia. Bicarakan baik-baik." Alika menghela napas kasar. "Alika hanya butuh waktu saja, Bu. Alika masih shock dengan kejadian itu." "Kalau mau marah, ibu juga bisa marah padamu. K

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN