Filzha merasa tidak tenang di rumah sakit. Ia dan Christina juga sudah melihat pemberitaan itu di media. Untungnya, kondisi Christina sudah kuat. Kalau tidak, mungkin saat ini penyakit jantungnya akan kembali kambuh. "Bu, aku merasa tidak tenang," ujarnya sambil terus meremas jemarinya. Christina mengangguk setuju. "Ibu juga khawatir dengan kakakmu, Nak. Bagaimana nasibnya di penjara? Ibu tidak tega melihatnya sengsara seperti itu." "Iya, Bu. Ayah tega sekali dengan anaknya sendiri. Tidak mungkin kakak memakan uang perusahaan. Menyebalkan!" gerutu Filzha. "Ayahmu memang seperti itu. Kalau sudah emosi, pasti tidak bisa tertahan. Dan tidak pernah mau tahu tentang kebenarannya lebih dulu." Christina menghelakan napas kasarㅡmengingat sifat keras kepala suaminya hampir sama dengan Dehan. Tid

