Leon berjalan ke pagar pembatas di haluan kapal, angin berhembus menerpa tubuhnya yang berjalan hampa seperti dirinya tidak benar-benar berpijak ke lantai. Tatapannya tertuju pada langit hitam dengan hamparan laut luas di depannya. Bintang maupun bulan sama sekali tak muncul di hamparan langit pekat itu. Langit begitu hampa dan kosong, hanya kegelapan yang memenuhinya. Sama seperti hati Leon saat ini. Kosong dan gelap. Hatinya sudah di matikan entah sejak kapan. Luka itu masih menganga lebar dan rasa sakit itu seakan semakin membunuhnya perlahan. Hanya kegelapan dan kehampaan di dalamnya, tak ada cahaya sama sekali. Cahaya? Apa itu cahaya? Leon sudah lupa apa persisnya yang di namakan cahaya. Kehidupan? Apa itu kehidupan? Leon juga tidak tau lagi untuk apa sebenarnya ia hidup. D

