30. Dua Menjadi Satu

1341 Kata

Author Pov Aira meremas telapak tangannya yang dingin. Kali pertama dirinya duduk di kursi tunggu untuk periksa kehamilan. Dia begitu gugup. Dean yang duduk di sampingnya juga tak buka suara. Keduanya saling diam sejak di perjalanan menuju rumah sakit. "Ibu Saphira Ayushita," panggil seorang suster. Aira segera berdiri diikuti Dean, masuk ke ruang periksa. Seorang dokter berusia empat puluhan menyambut ramah. Berbincang sebentar sebelum mengarahkan Aira ke ranjang periksa. Layar monitor menampilkan warna hitam putih yang tidak begitu jelas bagi orang awam sepertinya. Saat dokter Najwah memperbesar dan menujuk bulatan kecil di layar, detik itu degup jantung Aira seolah berhenti. Dengan sendirinya matanya perih dengan selaput tipis. Benarkah dirinya hamil? Benarkah ada nyawa baru da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN