Author Pov Dean mengumpat beberapa kali saat panggilannya ke ponsel Aira tidak tersambung. Dari semalam pesannya juga tidak dijawab. Kakinya melangkah keluar bandara Soekarno Hatta. Mencari taksi yang lewat dan segera menyebutkan alamat apartemen istrinya. Perasaannya tidak tenang sejak semalam. Ada ketakutan dan pikiran buruk berseliweran di kepalanya. Takut jika Aira bertindak yang tidak-tidak. Melangkah cepat, Dean memasuki tower apartemen Aira. Panggilannya belum juga diangkat. Lift berhenti di lantai tujuh. Langkahnya untuk keluar terhenti mendapati asisten Aira saat pintu lift terbuka. Lala juga tampak kaget melihat Dean. "Aira ada?" tanya Dean dengan nada dingin. Belum sempat Lala menjawab, Dean lebih dulu melangkah keluar lift. Namun Lala menghentikan langkahnya. "Bisa bicar

