28. Jarak

1437 Kata

Author Pov Setengah jam Aira menunggu di sebuah kafe yang sepi. Masih belum waktu lunch. Terlebih ini kafe kecil yang terletak di dekat kota tua. Sekalian tadi dirinya hunting foto dengan Lala. Denting lonceng ketika pintu didorong membuat Aira menoleh. Tante Anndini melambai dengan senyum lembut. Psikolog yang sudah bertahun-tahun menemaninya. Hidupnya keras sejak kecil, terlebih sejak ayahnya meninggal. Aira sadar keluarga kecilnya bukan dari kalangan kaya raya dengan uang melimpah. Hidup keluarganya serba pas-pasan. Dulu sulit sekali hanya untuk beli baju baru seperti teman-temannya. Nyatanya kehidupan yang keras membuat luka di hatinya. Terlebih setelah ibunya menikah lagi. Pernikahan yang justru semakin menambah luka. Menyaksikan orangtuanya adu mulut, ibunya dipukuli, ayah tiri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN