“Kau…?!” Sonia berdiri dari duduknya dan menatap Reno dengan tajam. Reno tersenyum. “Kenapa berdiri, sini duduk di dekatku. Apa kau tersinggung dengan ucapanku? Aku minta maaf, ya,” ucap Reno. Sonia terkejut, kenapa Reno nisa kembali tiba-tiba berubah. “Kenapa? Kau tidak percaya kalau aku sungguh-sungguh menyesal dengan ucapanku padamu?” imbuh Reno, ia terlihat menyesal dan itu membuat Sonia merasa bingung. “Apa kau benar-benar menyesali ucapanmu? Aku memang tidak menyangka kau bisa berucap keterlaluan seperti tadi. Aku bahkan sempat berpikir kalau kau bukan Reno yang aku kenal. Baiklah kalau kau memang sudah mengakui kesalahanmu, aku juga akan memaafkan, ” ucap Sonia. Reno tersenyum. “Terima kasih, ya. Kau memang sahabat Nayya yang paling baik. Tapi aku butuh bantuanmu sekarang,” u

