Bandel

1166 Kata

Riftan tidak peduli teriakan Nayya, ia terus membawa gadis itu menuju kamarnya. Sesampainya di kamar, Riftan meletakkan Nayya di atas tempat tidur. “Kau diam di situ, jangan kemana-mana, atau kau akan mendapat hukuman. Mengerti…?” ucap Riftan lalu meninggalkannya dan melangkah pergi. “Huh..! dasar vampir jahat…!” Nayya masih meneriaki Riftan yang sudah menghilang di balik pintu. Nayya berjalan mondar-mandir di kamarnya, ia sama sekali tidak bisa tenang. Bagaimana kondisi Sonia, ia ingin sekali mengetahuinya. Asyaq pun sampai sekarang tidak ada kabar. Apakah ia berhasil menangkap Reno atau tidak, ia belum mendapatkan informasi apa-apa. Ia tidak bisa terus-terusan di dera rasa khawatir seperti ini. Ia harus memastikannya sendiri. Nayya perlahan membuka pintu kamarnya diam-diam, berjalan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN