Tertolong

1159 Kata

Air mata Nayya sudah berjatuhan, ia benar-benar sudah putus asa. Tidak ada yang bisa ia lakukan, hanya air mata yang terus mengalir. Para pria itu terlihat sangat menakutkan, mereka tertawa dan menyeringai mengerikan. “Pak, tolong lepaskan saya. Saya hanya ingin pulang, tolong. Saya tidak memiliki apa-apa untuk di ambil, Pak. Kalian hanya akan rugi menahan saya di sini. Saya mohon, biarkan saya pergi.” Nayya mencoba bernegosiasi, dengan harapan mereka masih ada sedikit rasa kasihan kepadanya. Akan tetapi para pria itu malah semakin menertawakan Nayya. Salah satu pria itu mendekatkan kepalanya ke arah Nayya. Bau alkohol dan rokok seketika tercium, Nayya bahkan menahan nafas, sungguh menjijikkan baunya. “Kau salah jika tidak ada apa-apa yang bisa kami ambil. Kau adalah harta karun kami,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN