Menyesal

1125 Kata

Dari dalam kegelapan hutan, muncul sesosok bertubuh tinggi bergerak menuju mereka. Suasana semakin mencekam dengan longlongan serigala yang membuat bulu kudu merinding. Pria yang ingin membawa pergi Nayya semakin panik. “Hei, apa yang kau lakukan, cepat nyalakan mobilnya!” bentaknya gusar. “I..ini sedang saya usahakan, Bos,” sahut sang anak buah yang juga mulai ketakutan. “Cepat..!” perintah lagi. Nayya yang tidak bisa berbuat apa-apa karena tangannya masih terikat hanya bisa menatap ke arah sosok itu. Semakin lama, sosok itu semakin tampak. Meskipun hari masih siang, tapi kelebatah hutan yang menghalangi sinar matahari membuat sosok itu susah terlihat jelas. Baru setelah semakin mendekat, Nayya bisa melihat sosok itu. Mata hitam dan wajah tampan yang sangat ia kenali membuat hati

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN