21

1106 Kata

"Astagaaa!" Agnia mengeluarkan seruannya dengan cukup kencang, secara spontan. Kemudian, mulut ditutup menggunakan tangan kanan. Sedangkan, seluruh atensinya pun sudah diarahkan ke perut. Kedua mata beberapa kali dikerjap-kerjapkan tanda jika tak memercayai apa yang baru saja dialami. Berefek juga pada detak jantung meningkat dengan tiba-tiba. Kekagetan belum hilang. "Astagaa!" Agnia pun berseru kembali. Dia masih menutup mulut dengan tangan. "Kenapa bisa gerak-gerak gini? Apa memang sudah waktunya, ya?" Digumamkan kalimat tanyanya dalam nada yang tidak percaya. Pusat pandangan Agnia belum beralih dari perut. Kedua mata pun tak membelalak lagi. Sudah berubah pancaran sepasang irisnya yang berwarna cokelat, dari kaget menjadi merasakan ketakjuban sangat besar. Masih memiliki keterkaitan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN