Perfect-Q

1719 Kata

~Daniyal~ Setelah memutari jembatan Suramadu tanpa sedikitpun obrolan yang tercetus antara gue dan Upik, dia mengarahkan mobil kembali ke kosannya. Tanpa menjelaskan masalah apa yang tengah menimpanya, lagi-lagi dia keluar mobil begitu saja setelah mengucapkan terima kasih. "Nanti malam mau keluar lagi nggak?" tanya gue setelah menyusul keluar dari mobil. "Nggak usah! Jangan ganggu aku. Lagi pengen makan orang, jangan sampai kamu jadi korbannya," ancam Upik, kemudian dia menutup pintu kamarnya begitu saja. Kok k*****t momen sekali. Untung nggak ada satupun penghuni kos ini yang melihat adegan dramatis layaknya orang pacaran lagi berantem, dan si cowok sedang merayu si cewek supaya nggak ngambek lagi. Gue memutuskan pulang ke rumah dan tidak mengganggu Upik lagi. Dia pasti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN