Dipatenkan

1106 Kata

Menyesal. Itulah yang dirasakan Ivan setelah mendengar penjelasan Fian. Ditambah lagi kedatangan sang mama yang mengomelinya karena menyakiti menantu kesayangan. Ivan hanya bisa menunggu sampai Gadis keluar dari kamar. Dipanggil-panggil pun tak dihiraukan. Walau yang memanggilnya itu mertua baik hati yang dia hormati. Sementara di dalam sana, Gadis duduk di ranjang, menyandar di tembok. Dua kaki di tekuk dan tangannya memeluk lutut. Air mata mengalir. Pikiran melayang, mencerna kata-kata menyakitkan yang dituduhkan suaminya. Panggilan mertua yang berulang tidak dipedulikan. Dia tahu, Ivan masih ada di luar. Untuk saat ini, dia benar-benar tidak ingin bertemu dengan laki-laki tersebut. Sakit rasanya dituduh tanpa bukti dan tanpa mendengar penjelasan. "Dis, kamu belum makan lho. Ayo kelu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN