Baper

1853 Kata

Mata Gadis membeliak ketika pintu dibuka dan mendapati Qonita berdiri dengan tampilan yang berbeda. Kerudung krem menutupi rambut hitam indah berkilau yang selalu dipamerkan. Bukan kerudung yang dililit ke leher, tapi menutupi dadanya seperti yang dianjurkan agama. Lipstik tipis menghias bibir yang tersenyum lebar sambil merentangkan tangan, ingin disambut dengan pelukan. "Cantik banget!" puji Gadis tulus. Itu bukan pujian basa-basi. Sungguh, Qonita benar-benar berubah. Binar ceria di matanya tak dapat ditutupi. Seolah mengabarkan pada dunia bahwa pemilik mata tersebut sungguh sangat menikmati kehidupannya. "Kenapa lipstikmu belepotan? Kamu enggak bawa masuk cowok dan mengurungnya di dalam sana, kan?" Barulah Gadis sadar jika mukanya masih kotor oleh lipstik yang dihapus acak karena k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN