Tiga hari berlalu dan rasa kehilangan itu semakin kentara. Tiap sudut rumah dan kampus selalu mengingatkan segala hal tentang Tisa. Apa pun yang telah terjadi di rumah mewah sebelum kecelakaan, Gadis sama sekali tak ingin tahu. Karena sudah pasti bukan hal yang menggimbirakan. Untuk itu dia ingin menjaga hati dan tak mau luka kehilangan semakiin menjadi. Sekarang orang tua Tisa pun telah pulang ke kampung halaman. Buat apa bertahan di rumah mewah itu lagi kalau sumber kebahagiaan mereka terenggut karena orang-orang itu. Bayangan Tisa menari-narik dalam pikiran. Gadis duduk merenung hingga tak sadar saat ditegur Sir Ramjit. Laki-laki berkumis tebal itu mendekat. Semua tatapan kini mengarah pada Gadis. Sir Ramjit meletakkan tangan di puncak kepala Gadis yang kini tertutup kerudung. Sikap i

