Kenyamanan

1609 Kata

Suara tangisan Khira dalam kamar mandi terdengar Nila yang menunggunya di depan. Sebenarnya dia kasihan. Bagaimanapun, Khira hanya ingin membahagiakan diri. Dia berpikir, memiliki Ivan merupakan kebahagiaan yang selama ini dicari. Tak dapat dipungkiri bahwa cinta memang sebuta itu. Suka melumpuhkan logika dan membuat bodoh orang yang diserang virusnya. Nila melangkah masuk ke kamar mandi, lalu menyentuh lembut pundak Khira yang sedang mematung di depan kaca wastafel. Air mata membasahi pipi perempuan malang itu hingga goresan make up diwajahnya jadi berantakan. "Aku ngerti perasaanmu, Khi. Kita sama-sama perempuan. Apa yang kamu dengar barusan, itulah fakta yang sebenarnya. Kami bukannya tak mendukung Ivan menikah lagi, tapi sebelum dia menyakiti perempuan lain, sebaiknya kami mau dia sad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN