"Saya tak faham kisah cinta kau ni. Kau cakep, suamimu bayar semua keperluan kau kat sini, tapi kau dan Akak Wulan berbual beza pula." "Aku emang mau jadi janda, Ti. Si Aksa itu teman Mbak Wulan. Dia baik hati jadi urus biaya kuliahku. Tapi aku enggak mau nikah dengan dia." Gadis tidak ingin rencannya dengan Raka gagal karena pembicaraannya dengan Wulan tentang Aksa. Untuk sementara dia ingin berbohong level tipis-tipis. Karena kebohongan kali ini tidak akan merugikan siapa pun. Justru sebagai senjata untuk menyatukan dua orang yang sulit mengungkapkan rasa. "Makin pening kepala saya." "Ya, enggak usah dipikirin." Sore menjelang malam, Gadis dan Tisa pamit. Gadis tidak ingin membawa apa pun, tapi Wulan memaksa. Akhirnya rantang tiga susun yang telah disiapkan sang kakak dibawa juga.

